laporan IPN 7 tan ( uji lemak,spektrofotometri dan panentuan kadar protein )

Laporan Praktikum ke : 7                                   Hari/Tanggal : Senin / 3 Mei 2010

Integrasi Proses Nutrisi                                       Tempat         : LaboratoriumBiokimia

Fisologi dan Mikrobiologi

Asisten           : – Fransisca

LEMAK, SPEKTROFOTOMETRI DAN PENETUAN

KADAR PROTEIN

Intan Nursiam

D24080094

DEPARTEMEN ILMU NUTRISI DAN TEKNOLOGI PAKAN

FAKULTAS PETERNAKAN

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

2010

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Lemak merupakan senyawa organik yang terdapat pada jaringan tanaman dan hewan. Lemak mempunyai sifat larut dalam pelarut organik (non-polar), seperti eter, heksan, bensin, dan  klorofom, tidak larut dalam pelarut polar, dan hanya sebagian kecil larut dalam air. Lemak dalam larutan NaOH atau KOH akan terjadi penyabunan. Derajat kelarutan lemak/minyak dapat dilihat atau ditentukan dengan pengamatan secara langsung pada bahan pelarut yang dipakai. Jika minyak dikocok kuat dengan air akan terjadi emulsi yang tidak mantap karena butir-butir minyak kecil akan memisah dari air. Penambahan emulgator misalnya, protein, gom, sabun akan terbentuk emulsi yang stabil.

Protein adalah bagian dari sel hidup dan merupakan bagian terbesar tubuh sesudah air seperlima bagian tubuh adalah protein. Semua enzim, berbagai hormon, pengangkut zat-zat gizi dan darah, matriks intraseluler dan sebagainya dalah protein, protein mempunyai fungsi khas yang tidak dapat digantikan oleh zat gizi lain, yaitu membangun serta memelihara sel-sel dan jaringan tubuh. Molekul protein lebih kompleks daripada karbohidart dan lemak dalam hal berat molekul dan keanekaragaman unit-unit asam amino yang membentuknya. Mutu protein ditentukan oleh jenis dan proporsi asam amino yang dikandungnya, semua protein hewani, kecuali gelatin, merupakan protein komplit protein tidak komplit atau protein bermutu rendah adalah protein yang tidak mengandung dalam jumlah kurang 1 atau lebih asam amino essensial. Campuran 2 jenis protein nabati atau penambahan sedikit protein hewani ke protein nabati akan menghasilkan protein bermutu tinggi dengan harga relatif rendah.

Tujuan

Praktikum ini bertujuan agar mahasiswa dapat mengetahui derajat kelarutan lemak atau menentukannya dengan pengamatan secara langsung pada bahan pelarut yang dipakai. Mahasiswa dapat mengetahui cara penentuan protein dengan menggunakan bantuan alat spektrofotometri.

TINJAUAN PUSTAKA

Lemak

Lemak yang mengandung asam lemak jenuh lebih mudah diemulsi daripada lemak tak jenuh. Lemak dari sapilebih mudah membentuk emulsi daripada lemak domba karena lemak sapi banyak mengandung asam oleat yang dapat berfungsi sebagai bahan pengemulsi (Rompis, 1998). Lemak hewan dicirikan dengan relatif tingginya kandungan kolesterol dan mengandung sedikit asam lemak tida jenuh, lemak hewan merupakan salah satu potensi yaitu menyebabkan timbulnya penyakit. Tingginya konsumsi daging dan produk olahan daging dapat meningkatkan resiko terjadinya penyakit pada sistem sirkulasi darah. Lemak tubuh pada ayam broiler biasanya ditimbun dalam tiga bagia yaitu rongga abdomen terutama sekeliling tembolok yaitu beratnya sekitar 2%-2,5% dari bobot karkas bahkan dapat mencapai 5-6%, kedua pada kulit terutama pada pangkal bulu dan bagia belakang dekat pangkal ekor sehingga berat lemaknya dapat mencapai 12-20% dari berat karkas dan ketiga, pada organ tubuh lain (Natawihardja,1981). Prosentase lemak abdomen pada ayam jantan berkisar antara 1,4-2,6% dari berat hidup, sedangkan untuk ayam betina antara 3,2-4,8% (Leeson dan Summer,1980).

VCO

Minyak kelapa murni (VCO) adalah minyak yang dihasilkan dari daging kelapa segar yang berasal dari kelapa yang matang, diproses secara mekanis senatural mungkin sehinga tidak membuat minyak yang dihasilkan berubah. Menurut Codex Stan 19-1981 (rev. 2-1999), VCO mempunyai kadar air 0,1-0,5%, bilangan asam maksimal 13 mg KOH/g contoh, kadar asam lemak bebas maksimal 0,5% asam laurat, berwarna jernih kristal air, serta bebas dari bau dan rasa asing (tengik). VCO dapat merangsang metabolisme. Komponen minyak kelapa ini terdiri dari asam lemak jenuh (90%) dan asam lemak tak jenuh (10%). Asam lemak jenuh berantai pendek pada VCO berperan positif dalam proses pembakaran nutrisi makanan menjadi energi (Fife, 2004). Minyak yang mengandung asam lemak tak jenuh cenderung untuk mengalami oksidasi sedangkan yang mengandung lebih banyak asam lemak jenuh mudah terhidrolisis. Pembentukkan peroksida dipercepat oleh adanya cahaya, suasana asam, kelembapan udara, dan katalis (Widiyanti, 1995).

Margarin

Margarin adalah produk makanan berbentuk emulsi padat atau semi padat yang dibuat dari lemak nabati dan air dengan atau tanpa penambahan bahan lain yang diizinkan. Margarin harus memiliki kandungan lemak minimal 80% dengan kandungan air maksimal 18% (BSN, 2002).

Alkohol

Alkohol dapat mengeliminasi bakteri dengan mengkoagulasi protein. Alkohol mempunyai sifat mudah menguap. Alkohol menghilangkan lapisan lemak dan sebum kulit yang merupakan pelindung alami kulit terhadap infeksi bakteri (Lay dan Hastowo, 1992).

Asam Asetat

Asam asetat dikenal dengan sebutan asam cuka. Asam asetat berbentuk larutan yang berwarna putih bening. Konsentrasi asam asetat murni adalah 96% (Kurniawan, 1991). Asam asetat termasuk asam organik lemah berupa cairan tak berwarna dan berbau sangit. Ikatan hidrogen dalam asam asetat mampu mencegah ikatan H20 (Cuningham,1976).Asam asetat adalah zat pengatur keasaman pada produk pangan (BSN, 1995). Penambahan asam asetat memiliki tujuan untuk meningkatkan konsistensi, nilai gizi, cita rasa, mengendalikan keasaman, kebasaan, serta memantapkan bentuk dan rupa dari produk pangan (Winarno, 1982).

NaOH

NaOH disebut juga kaustik soda dengan sifat dapat membirukan lakmus merah. Larutannya dalam air menghasilkan ion yang bermuatan positif dan ion hidroksil yang bermuatan negatif. NaOH biasa digunakan sebagai pelarut. NaOH berguna untuk menetralkan asam, bahan baku pembuatan sabun, detergen, serat rayon, serta pemisah belerang dari minyak bumi. NaOH dari elektrolisis larutan NaCl merupakan basa kuat. NaOH sangat reaktif dalam bereaksi dengan larutan asam. (Fauzan, 2001).

Spektrofotometri

Alat yang digunakan untuk mengukur panjang gelombang absorpsi suatu larutan atau suatu molekul dalam larutan yaitu spektrofotometer. Macam-macam spektrofotometer diantaranya spektrofotometer ultraungu (UV), sinar tampak, dan inframerah yang dibuat atas dasar yang sama. Pelarut spektrofotometri yang dapat digunakan adalah semua cairan tertentu yang dapat diperoleh dalam bentuk murni dalam daerah ukur 220 nm-800 nm serta yang tidak atau hanya sedikit meμnunjkkan absorbsi sendiri dan dapat melarutkan degan mudah senyawa yang hendak dianalisis. Letak maksimum absorbsi tergantung pada pelarut yang digunakan dan akan bergeser ke arah panjang gelombang yang lebih panjang dengan bertambahnya polaritas pelarut.

Seluruh alat-alat spektroskopi terdiri dari konponen-komponen dasar yang sama yaitu : sumber sinar, “attenuator”, monokhromator, sel atau tabung larutan sampel, detektor, amplifier dan meter untuk mencatat sinya. Tergantung dari berkas sinar yang diterima detektor, spektropotometer dapat dibagi menjadi dua sistem yaitu spektropotometer sinar tunggal (Gambar A) dan spektropotometer sinar ganda (Gambar B)

Untuk mendapatkan dua berkas sinar, spektropotometer sinar ganda dilengkapi dengan alat yang disebut “chopper”. “Chopper” terdiri dari suatu lempengan setengah lingkaran yang mempunyai bagian cermin pada sisi lainnya. Lempengan tersebut diatas dapat berputar dengan kecepatan 1000 putaran per menit atau lebih, karena diasana ada bagian cermin maka sinar terus menerus terbagi dua yaitu yng langsung melalui lubang dan yang dipantulkan melalui cerminnya.

HISKEY (1949) telah menemukan jalan untuk memperbesar skala agar supaya pembacaan lebih teliti. Cara ini dignakan untuk membandingkan dua larutan yang berwarna pekat. Apabila untuk analisa kedua larutan tersebut, digunakan air sebagai standar, maka air akan meneruskan radiasi sinar lebih banyak dari pada larutan berwarna, sehingga hal ini menyebabkan perbedaan transmisi diantara kedua larutan berwarna pekat tersebut kecil. Dengan mengganti larutan standar air dengan larutan standar berwarna maka perbedaan transmisi diantara kedua larutan berwarna pekat diatas akan didapat lebih teliti (Harjadi, 1976).

Lemak dan Minyak

Lemak dan minyak yang dapat dimakan bersumber dari bahan bahan nabati dan hewani. Komposisi atau jenis asam lemak dan sifat fisiko-kimia tiap jenis minyak berbeda-beda tergantung sumber, iklim, keadaan tempat tumbuh, dan pengolahan. Perbedaan antara lemak nabati dan hewani adalah : 1) lemak hewani mengandung kolesterol sedangkan lemak nabati mengandung fitosterol, 2) kadar asam lemak tidak jenuh dalam lemak hewani lebih kecil dari lemak nabati, dan 3) lemak hewani mempunyai bilangan Reichert-Meissl lebih besar dan bilangan Polenske lebih kecil dibanding lemak nabati (Ketaren, 1986).

Lemak Ayam

Lemak hewan dicirikan dengan relatif tingginya kandungan kolesterol dan mengandung sedikit asam lemak tidak jenuh, lemak hewan merupakan salah satu potensi yaitu menyebabkan timbulnya penyakit. Tingginya konsumsi daging dan produk olahan daging dapat meningkatkan resiko terjadinya penyakit pada sistem sirkulasi darah. Lemak tubuh pada ayam broiler biasanya ditimbun dalam tiga bagian yaitu rongga abdomen terutama sekeliling tembolok yaitu beratnya sekitar 2%-2,5% dari bobot karkas bahkan dapat mencapai 5-6%, kedua pada kulit terutama pada pangkal bulu dan bagian belakang dekat pangkal ekor sehingga berat lemaknya dapat mencapai 12-20% dari berat karkas dan ketiga, pada organ tubuh lain (Natawihardja,1981). Prosentase lemak abdomen pada ayam jantan berkisar antara 1,4-2,6% dari berat hidup, sedangkan untuk ayam betina antara 3,2-4,8% (Leeson dan Summer,1980).

Kelarutan

Suatu zat dapat larut dalam pelarut jika mempunyai nilai polaritas yang sama, yaitu zat polar larut dalam pelarut bersifat polar dan tidak larut dalam pelarut non polar. Minyak dan lemak tidak larut dalam air. Minyak dan lemak hanya sedikit larut dalam alkohol, tetapi akan melarut sempurna dalam etil eter, karbon sulfide, dan pelarut-pelarut halogen. Asam lemak rantai pendek dapat larut dalam air, semakin panjang rantai asam lemak maka kelarutannya dalam air semakin berkurang. Asam lemak tidak jenuh sangat mudah melarut dalam pelarut organic dibandingkan dengan asam lemak jenuh (Ketaren, 1986)

Protein Susu

Kandungan protein dalam susu sekitar 3,4%.  Protein susu terbagi menjadi dua kelompok utama, yaitu casein yang dapat diendapkan oleh asam dan enzim rennin dan protein whey yang dapat mengalami denaturasi oleh panas. Casein merupakan protein utama susu yang jumlahnya mencapai 80% total protein susu. Pengasaman susu dapat mengendapkan casein. Bila terdapat cukup asam akan terjadi pengendapan disertai dengan melarutnya garam-garam kalsium da fosfor yang semula terikat pada protein (Buckle et al., 1987). Total konsentrasi protein dapat ditentukan dengan menggunakan uji biuret terutama dalam menentukan sifat fotometrikal. Intensitas warna yang dihasilkan dalam reaksi biuret sama (sebanding) dengan jumlah ikatan peptida yang terdapat dalam reaksi.

Penilaian Konsentrasi Protein

Penilaian konsentrasi protein dalam larutan umumya digunakan metode kolorimetri, prinsip kerja pemeriksaan yaitu larutan protein direaksikan dengan reage yang dapat menghasilkan warna sehingga sampel yang telah diukur tidak dapat digunakan kembali. Panjang gelombang absorbsi metode kalorimetri ini diukur dengan spektrofotometri sinar tampak, sedangkan pengukuran panjang gelombang absorbsi dari suatu molekul organik secara langsung dapat menggunakan spektrofotometer ultra violet (UV). Absorsi untuk protein diukur pada panjanag gelombang 280 nm.

Beberapa metode kolometri menurut Wilso dan Walker (2000), pertama yaitu metode Lowry (Folin- Ciocaltea),, dahulu metode ini paling umum digunakan. Dapat mendeteksi proein dengan berat minimum 10 μg/cm3 . Reagen yang dgnakan adalah reagen Folin (campuran sodium tngstat, molibdat dan fosfat) dan larutan tembaga sulfat dengan absorbsi maksimum 660 nm. Metode ini menggunakan prinsip reaksi biuret, dimana ikatan peptida akan bereasi dengan ion Cu 2+ dari tembaga sulfat dan akan membentuk ikatan kompleks berwarna biru keunguan.

Kedua Metode asam bicinchoninia, metode ini tergantung pada petukaran antara Cu2+ dan Cu+ dalam kondisi basa. Ion Cu+ akan dideteksi oleh asam bicinchoninic (BCA) dan membentuk warna ungu tua pada panjang gelombang absorbsi maksimum 562 nm. Metode ini lebih sensitif dbandingkan dengan metode Lowry, karena dapat mendeteksi protein hingga 0,5 μg/cm3 . Ketiga, Metode Bradford, metode ini berdasarkan ikatan antara zat warna reagen dengan protein. Reagen yang diinginkan dalam metode Bradford adalah coomassie Brilliant Blue. Pada pH rendah zat warna reagen akan menghasilkan panjang gelombang absorbsi maksimum 470 nm dan 650 nm. Jika berikatan dengan protein, panjang gelombang absorbsi maksimumnya yaitu 595 nm. Walaupun hanya dapat mendeteksi protein hingga 20 μg/cm3 namun metode ini memiliki beberapa keuntungan yaitu reagennya mudah disiapkan serta zat warna cepat bereaksi dan stabil.

MATERI DAN METODE

Alat-alat yang digunakan pada praktikum uji lemak antara lain labu takar, gelas piala, pengaduk, kaca arloji, corong, timbangan,  pipet mohr 1 ml, tabung reaksi dan rak, spektrofotometer, dan  spoit. Alat-alat yang digunakan dalam analisa protein yaitu labu takar, gelas piala, pengaduk, corong, timbangan, pipet mohr 1 ml, tabung reaksi dan rak, spektrofotometer. Bahan-bahan yang digunakan dalam praktikum lemak yaitu minyak kelapa, margarine, minyak wijen, lemak sapi, minyak sawit, asam asetat, klorofoam, alkohol, dan campuran alkohol yang terdiri dari NaOH, aquadest, VCO, larutan SDS, detergen, dan sabun colek. Bahan-bahan yang digunakan dalam praktikum analisa protein yaitu larutan standar rasein 10 mg/ml aquadest, larutan ninhidrin 0,01 %, susu sapi murni, susu skim.

Prosedur

1. Uji kelarutan lemak dan minyak

Pertama-tama kita siapkan alat dan bahan yang diperlukan. Sebanyak 2 ml pelarut (NaOH, aquadest, VCO, larutan SDS, detergen, dan sabun colek) dimasukan kedalam tabung reaksi yang berbeda-beda, kemudian 2 ml sampel (minyak kelapa, margarine, minyak wijen, lemak sapi, minyak sawit, asam asetat, klorofoam, alkohol) kedalam masing-masing tabung reaksi yang telah berisi pelarut. Tabung reaksi yang telah berisi sampel dan pelarut dikocok hingga homogen kemudian amati kelarutan, serta kita catat hasil pengamatan kita.

  1. 2. Analisa Protein dengan spektrofotometer

Deret standar dibuat dengan cara memipet larutan standar casein sebanyak 0 ml, 1 ml, 2 ml, 3 ml, 4 ml, 5 ml,  ke dalam 5 buah tabung reaksi kemudian dengan menggunakan aquadest volumenya dijadikan 10 ml. Masing-masing tabung di kocok hingga homogen.

Dipipet larutan 5 ml dari masing-masing tabung dan masukkan ke dalam tabung lainnya.Sebanyak 1 ml larutan biuret 0,1 % ditambahkan ke tabung reaksi. Kemudian dipanaskan dengan air mendidih selama 10 menit. Kemudian didinginkan. Baca serapan pada lamda 540 nm.

Sebanyak 10 ml sampel susu murni dipipet ke dalam labu takar 100 ml dan tambahkan aquadest sampai tanda tera, kocok hingga homogen. Sebanyak 10 ml larutan sampel tadi dipipet ke dalam tabung reaksi dan ditambahkan 1 ml larutan ninhidrin, selama 10 menit hukumdipanaskan pada air mendidih, didinginkan dan baca serapannya pada lamda 540 nm.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil

Sumber lemak Pelarut
Asam asetat N-Hexan Alcohol Campuran alcohol NaOH Sodium Deterjen Sabun
Minyak beras - +++ + ++ ++ ++ ++ ++
Minyak zaitun +++ + ++ ++ ++ ++ ++
Minyak kedelai ++ +++ + ++ ++ + ++ ++
Minyak kanola - +++ - + ++ ++ ++ ++
Minyak sania - +++ - + ++ ++ ++ ++
Minyak barco - +++ ++ ++ ++ ++ ++ ++
Minyak kelapa - +++ - ++ ++ ++ ++ ++
Minyak jagung - +++ + ++ ++ ++ ++ ++
Minyak habatussaodah - +++ - ++ ++ ++ ++ ++
Lemak ayam - +++ + ++ +++ - ++ ++

Keterangan :

-           : tidak larut                  +          : sedikit larut

++        : larut                           +++     : sangat larut

Uji Kualitatif 2

Warna akhir

Susu skim        : ungu pudar    (++)

Susu bubuk     : ungu              (+++)

(semakin ungu pekat semakin banyak protein)

Warna akhir

Blanko awal :

0        : 0

1    : 0,229

2    : 0,091

3    : 0,199

4    : 0,632

5    : 0,324

Susu Dancow  : 2,767

Dengan Spektofotometer

Pembahasan

Percobaan pertama yang dilakukan adalah menguji kelarutan lemak terhadap berbagai macam pelarut yang telah disiapkan. Lemak yang diuji antara lain, minyak kelapa sawit, minyak kedele, minyak zaitun, minyak habatussaodah,minyak beras, minyak kanola, minyak sania, minyak barco, minyak jagung dan lemak ayam. Pelarut yang diuji kelarutannya terhadap minyak dan lemak antara lain alcohol, campuran alcohol, NaOH, detergen, sabun colek, SDS, N-Hexan, dan asam asetat. Masing-masing pelarut tersebut mempunyai karakteristik tersendiri terutama dalam kaitannya melarutkan lemak. Hasil pengamatan yang tercantum pada hasil menunjukkan tidak semua pelarut tersebut bereaksi positif (melarutkan) minyak dan lemak.

Suatu zat dapat larut dalam pelarut jika mempunyai nilai polaritas yang sama, yaitu zat polar larut dalam pelarut bersifat polar dan tidak larut dalam pelarut non polar. Minyak dan lemak tidak larut dalam air. Minyak dan lemak hanya sedikit larut dalam alkohol, tetapi akan melarut sempurna dalam etil eter, karbon sulfide, dan pelarut-pelarut halogen. Asam lemak rantai pendek dapat larut dalam air, semakin panjang rantai asam lemak maka kelarutannya dalam air semakin berkurang. Asam lemak tidak jenuh sangat mudah melarut dalam pelarut organik dibandingkan dengan asam lemak jenuh (Ketaren, 1986)

Minyak zaitun merupakan minyak yang bersumber dari tanaman, tepatnya dari kulit buah tanaman zaitun, sehingga dapat digolongkan bahwa minyak zaitun ini merupakan minyak (lemak) nabati. Lemak nabati mempunyai karakteristik mengandung fitosterol serta memiliki kadar asam lemak tak jenuhnya tinggi. Minyak zaitun ini termasuk minyak yang tidak mengering (non drying oil). Minyak yang mengandung asam lemak tak jenuh sangat mudah larut dalam pelarut organik. Hasil yang ada menunjukkan bahwa minyak zaitun ini hanya larut ketika menggunakan kloroform sebagai pelarut. N-Hexan merupakan salah satu pelarut organik demikian halnya detergen dan sabun colek yang memiliki kesamaan karakteristik sehingga dapat sedikit melarutkan minyak zaitun ini.

Minyak kelapa murni (VCO) adalah minyak yang dihasilkan dari daging kelapa segar yang berasal dari kelapa yang matang, diproses secara mekanis senatural mungkin sehinga tidak membuat minyak yang dihasilkan berubah. Berbeda dengan lemak nabati yang memiliki kadar asam lemak tak jenuhnya tinggi, VCO ini mengandung asam lemak jenuh lebih tinggi daripada asam lemak tak jenuh. Komponen minyak kelapa ini terdiri dari asam lemak jenuh (90%) dan asam lemak tak jenuh (10%). Walaupun asam lemak jenuh VCO lebih tinggi yang merupakan karakteristik lemak hewani, namun VCO ini tetap merupakan lemak nabati. Hal tersebut terbukti dari hasil yang ada yang menunjukkan VCO ini juga larut pada pelarut organic. Asam lemak jenuh berantai pendek pada VCO berperan positif dalam proses pembakaran nutrisi makanan menjadi energi (Fife, 2004). Minyak yang mengandung asam lemak tak jenuh cenderung untuk mengalami oksidasi sedangkan yang mengandung lebih banyak asam lemak jenuh mudah terhidrolisis. Pembentukkan peroksida dipercepat oleh adanya cahaya, suasana asam, kelembapan udara, dan katalis (Widiyanti, 1995).

Minyak goreng merupakan minyak kelapa yang digunakan untuk menggoreng. Minyak goremg (minyak kelapa) ini merupakan minyak asam laurat tipe tidak mengering, dimana asam lemak jenuhnya lebih tinggi dari asam lemak tak jenuh, sehingga minyak ini juga hanya larut pada pelarut organik .

Lemak ayam merupakan lemak hewan. Lemak hewan dicirikan dengan relatif tingginya kandungan kolesterol dan mengandung sedikit asam lemak tidak jenuh. Hasil menunjukkan bahwa lemak ayam ini paling larut ketika pelarut yang digunakan adalah sabun colek. Hasil ini berbeda dengan hasil-hasil sebelumnya yang menunjukkan bahwa minyak (nabati) larut pada N-Hexan yang merupakan pelarut organic. Hal tersebut dikarenakan lemak ayam merupakan lemak hewani yang mengandung lebih banyak asam lemak jenuh sehingga tidak begitu larut pada pelarut organik.

Hasil-hasil tersebut diatas baik dalam tabel hasil maupun pembahasan menunjukkan bahwa lemak (minyak) nabati dengan kandungan asam lemak tak jenuh tinggi lebih larut pada pelarut organik . Minyak dan lemak hanya sedikit larut pada alkohol. Hal tersebut terbukti dari hasil yang menunjukkan bahwa hampir tidak ada lemak atau minyak yang larut dalam alkohol.

Percobaan kedua merupakan analisa protein dengan menggunakan spektofotometer. Pengujian yang dilakukan merupakan uji kualitatif (uji buret). Bahan yang diuji proteinya adalah protein susu, yaitu susu bubuk dan susu skim. Total konsentrasi protein dapat ditentukan dengan menggunakan uji biuret terutama dalam menentukan sifat fotometrikal. Intensitas warna yang dihasilkan dalam reaksi biuret sama (sebanding) dengan jumlah ikatan peptida yang terdapat dalam reaksi. Intensitas warna ini diketahui dengan menggunakan alat spektofotomeri. Alat yang digunakan untuk mengukur panjang gelombang absorpsi suatu larutan atau suatu molekul dalam larutan yaitu spektrofotometer. Dari hasil yang ada menunjukkan bahwa susu bubuk yang mempunyai warna paling ungu pada uji kualitatif dibanding susu skim. Hal tersebut menunjukkan bahwa susu bubuk mempunyai kandungan protein tertinggi, karena semakin ungu hasil uji kualitatif maka protein makin banyak. Sedangkan pada susu skim mengapa tidak terlalu banyak karena kandungan protein dalam susu tersebut sedikit sehingga kandungan proteinnya tidak terlalu banyak. Hasil pengujian dengan menggunakan spektofotometer menunjukkan hasil yang cukup tidak beraturan. Hal tersebut dikarenakan blanko yang digunakan (susu) berwarna keruh putih sehingga sulit menyerap cahaya yang dipantulkan spektofotometer. Selain itu, mungkin dikarenakan kurang bersih ketika membersihkan kupet bagian bening sehingga hasil kurang sesuai. Hasil tersebut juga mempengaruhi grafik.

Kesimpulan

Suatu zat dapat larut dalam pelarut jika mempunyai nilai polaritas yang sama, yaitu zat polar larut dalam pelarut bersifat polar dan tidak larut dalam pelarut non polar. Minyak dan lemak tidak larut dalam air. Minyak dan lemak hanya sedikit larut dalam alkohol, tetapi akan melarut sempurna dalam etil eter, karbon sulfide, dan pelarut-pelarut halogen. Asam lemak rantai pendek dapat larut dalam air, semakin panjang rantai asam lemak maka kelarutannya dalam air semakin berkurang. Asam lemak tidak jenuh sangat mudah melarut dalam pelarut organik dibandingkan dengan asam lemak jenuh

Total konsentrasi protein dapat ditentukan dengan menggunakan uji biuret terutama dalam menentukan sifat fotometrikal. Intensitas warna yang dihasilkan dalam reaksi biuret sama (sebanding) dengan jumlah ikatan peptida yang terdapat dalam reaksi. Intensitas warna ini diketahui dengan menggunakan alat spektofotomeri. Alat yang digunakan untuk mengukur panjang gelombang absorpsi suatu larutan atau suatu molekul dalam larutan yaitu spektrofotometer.

DAFTAR PUSTAKA

Badan Standarisasi Nasional.01-0222-1995. Standar Bahan Tambahan Makanan. Dewan Standarisasi Nasional, Jakarta.

Buckle, K.A., R.A. Edwards, G.H. Fleet, dan M. Wootton. Ilmu Pangan. Penerbit UI Press, Jakarta.

Codex, Codex Standard for Edible Fats and Oils not Covered by Individual Standard : Codex Stan 19-1981 (Rev. 2-1999). http: //www.codexalimentarius.com.

Cuningham, F.E. 1976. Properties of egg whitefoam drainage. Poultry Sci. 55:738-743.

Duryatmo, S. 2005. Kombinasi VCO dan Buah Merah. Trubus No. 431, Edisi Oktober 2005, Tahun XXXVI, Hal. 11-15, Jakarta.

Fauzan, A. 2001. Pengaruh konsentrasi NaOH dan suhu proses terhadap derajat deasetilasi kitosan. Skripsi. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Fife, B. 2004. Coconut Oil Miracle. PT. Bhuana Ilmu Populer, Jakarta.

Harjadi, W. Ilmu Kimia Analitik. Biro Penataran. Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Ketaren, S. 1986. Minyak dan Lemak Pangan. Penerbit UI Press, Jakarta.

Kurniawan, I. 1991. Pengaruh penambahan asam atau garam terhadap daya dan kestabilan buih putih telur itik tegal umur satu dan empat belas hari. Skripsi. Fakultas Peternakan. Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Lesson, S and J.D. Summer.1980. Production and carcas Characteristic of broiler Poultry Sci. 59 : 786-798.

Natawiharja, D. 1981. Efisiensi penggunaan energi dan kebutuhan untuk hidup pokok pada ayam broiler dan ayam tipe petelur serta hubungannya dengan pembentukan lemak tubuh. Disertasi Program Pasca Sarjana. IPB, Bogor.

Rompis, J.E.G. 1998. Pengaruh kombinasi bahan pengikat dan bahan pengisi terhadap sifat fisik kimia serta palatabilitas sosis sapi. Tesis. Departemen Ilmu Produksi Ternak. Fakultas Peternakan. Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Widiyanti, S. 1995. Pengaruh cara ekstraksi minyak kelapa terhadap mutu minyak yang dihasilkan selama penyimpanan. Skripsi. Fakultas Teknologi Pertanian. Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Winarno, F.G. 1982. Kimia Pangan dan Gizi. Pusat Pengembangan Teknologi Pangan. Institut Pertanian Bogor, Bogor.

LAMPIRAN

Perhitungan Regresi

Y = aX + b

Dengan menggunakan kalkulator maka diperoleh :

Y = 0,083X+0,036

Konsentrasi larutan standar

-       Aborbansi volume 0 = 0

-          Y = 0,083X+0,036

-          0 = 0,083X+0,036

-       Konsentrasinya adalah 0

Dengan cara yang sama diketahui bahwa konsentrasi lartutan standar yang lain adalah sebagai berikut :

Volume susu skim 1 ml  = 4,05 g/ml

Volume susu skim 2 ml  = 0,22 g/ml

Volume susu skim 3 ml = 3,22 g/ml

Volume susu skim 4 ml = 15,25 g/ml

Volume susu skim 5 ml = 6,69 g/ml

Sedangkan untuk konsentrasi dari susu bubuk (susu dancow) adalah sebesar 74,56 g/ml dengan nilai absorbansi sebesar 2,767

GAMBAR SPEKTOFOTOMETRI

About these ads

1 Comment

  1. lourine T

    trma kasih untuk infox… GBU

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: