uji pemalsuan susu

MATERI DAN METODA

Materi

Susu, cawan porselen,  pengaduk, pemanas Bunsen, pipet,resorcin, HCl 32%, tabung reaksi, pipet volumetric, bromothymol blue,  alkohol 95%, rosalic acid 2%, cawan porselen, pengaduk pemanas Bunsen, pipet,  resorcin, HCl 32%, pipet volumetric, bromothymol blue, rosalic acid 2%, gegep dan feri,

Metode

  1. 1. Pemalsuan dengan Air

Umumnya pemalsuan dengan air mengakibatkan warna biru. Pemalsuan dengan air akan merubah nilai BJ dari susu tersebut menjadi lebih rendah.

  1. 2. Pemalsuan dengan Santan

Pemalsuan dengan santan mengakibatkan :

  1. Angka refraksi turun
  2. Kadar lemak naik
  3. Daya pisah krim menjadi lambat
  4. Angka katalase naik
  5. Kadar gula naik
  6. Terdapat butir-butir lemak besar dari sel-sel tumbuhan (mikroskop).

Pada sangkaan adanya pemalsuan dengan air kelapa atau santan, hendaknya susu sendiri, sedimen atau bagian lemaknya diperiksa secara mikroskopis pada sediaan natif dan pada pembesaran rendah.  Walaupun ditemukan hanya satu butir lemak besar, maka sangkaan pemalsuan  sangat dikuatkan

  1. 3. Pemalsuan dengan Air Beras atau Air Tajin

Pemalsuan cara ini sering dilakukan.  Pemalsuan ini dapat dibuktikan secara kimiawi atau mikroskop.

  1. a. Pemeriksaan Kimiawi

Di dalam tabung reaksi dicampur 10 cc susu dengan 0,5 cc larutan acetic acid glacial, kemudian dipanaskan dan disaring dengan kertas saring.  Teteskan 4 tetes larutan Lugol dalam filtrat.

-          Reaksi negatif, kalau warna cairan tetap kuning

-          Reaksi dubius, kalau warna cairan menjadi hijau

-          Reaksi positif, kalau warna cairan menjadi biru

  1. b. Pemeriksaan dengan Mikroskop

Dalam sediaan natif susu atau sedimennya dapat dilihat butir-butir kristal amylumnya.

4. Pemalsuan denganPenambahan Gula

(a) Dapat dibuktikan dengan Reaksi Conradi sebagai berikut :

Alat dan Bahan :

- cawan porselen

- pengaduk

- pemanas bunsen

- pipet

- resorcin

- HCl 32%

C a r a :

-    Di dalam cawan porselen dicampurkan : resorcin 100 mg, susu 25 ml dan 2,5 ml   HCl  32%.

-    Campuran tadi dimasak sampai mendidih selama 5 menit sambil diaduk   perlahan lahan.

-    Bila terjadi perubahan warna merah ungu membuktikan adanya pemalsuan susu  dengan susu kental manis.

-    Bila terjadi perubahan warna coklat membuktikan pemalsuan dengan susu   kental manis yang tidak ditambah gula.

(b). Dua tetes susu dimasukkan ke tabung reaksi ditambah 2 tetes alfa nafthol dan 3

ml (HCl) 37%.

Tabung reaksi tersebut masukkan ke dalam air panas selama 10 detik, kemudian masukkan ke dalam air dingin jika timbul warna merah atau ungu positif.

II. Pemalsuan dengan Penambahan Zat

5. Soda Kue (Uji Karbonat)

Penambahan air kapur dan soda kue dalam susu dapat dibuktikan dengan Uji

Karbonat.

Alat dan Bahan :

- tabung reaksi

- pipet volumetrik

- bromothymol blue

- alkohol 95%

- rosalic acid 2%

C a r a ; Ada dua cara  yaitu :

(a). 10 ml susu dimasukkan ke dalam tabung reaksi ditambah 1 ml

bromothymol blue.  Uji dinyatakan negatif bila terjadi warna kuning dan

uji positif bila terjadi warna hijau kebiru-biruan.

(b). 2 ml susu di dalam tabung reaksi ditambah 2 ml alkohol 95% kemudian

ditambah 2 tetes rosalic acid 2%.  Uji dinyatakan positif bila terjadi warna

merah bata.

6. Pengawet dengan Formalin

Alat dan Bahan :

- tabung reaksi                                  – H2SO4 pekat (96%)

- pipet volumetrik                             – larutan feriklorida

C a r a :

-Ke dalam tabung reaksi masukkan 5 ml H2SO4 pekat (96%)

-Tambahkan 4 tetes larutan feriklorida

-     Tambahkan 10 ml susu secara  perlahan-lahan melalui dinding tabung reaksi,

sehingga susu dan asam tak bercampur, dan terlihat ada batas.

-Biarkan selama 30 menit, bila terdapat cincin berwarna merah lembayung

antara batas kedua cairan tersebut maka positif ada bahan pengawet formalin.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil

Kelompok BJ Lemak Positif Ciri – cirri
1 1,0282 3,2% Soda kue Warna hijuau ke biruan
2 1,0285 3,4% Gula Pink
3 1,0191 3,7% Santan Terlihat butiran besar, di bawah miksoskop warna coklat gula santan
4 1,0150 2,7% Air beras Butiran besar di bawah mikroskop
5 1,0280 3,6% Formalin terbentuk cincin berwarna ungu
6 1,0211 3% Air Bj rendah, lemak tidak berubah dan uji lainnya


Pembahasan

Setelah melakukan berbagai pengujian terhadap pemalsuan terhadap sampel susu no 5 ternyata ditemukan indikasi pemalsuan dengan menggunakan formalin. Hal ini terlihat setelah pengujian pemalsuan formalin pada susu no 5 terbentuk cincin berwarna ungu. Pada pengujian pemalsuan dengan air tidak ditemukan perubahan warna ataupun penurunan nilai berat jenis seperti yang ditemukan pada sampel susu no 6.

Pemalsuan dengan menggunakan santan bisa diketahui dengan peningkatan nilai dari lemak susu tersebut. Hal tersebut dikarenakan adanya tambahan lemak yang terkandung dari santan tersebut. Dalam hal ini pemalsuan dengan santan terjadi pada susu no 3, hal tersebut terlihat setelah sampel susu tersebut dipanaskan dan terbentuk warna coklat. Pada pengamatan menggunakan bantuan mikroskop terlihat adanya butiran-butiran besar yang merupakan lemak yang terkandung pada santan tersebut.

Pengujian selanjutnya adalah pengujian pemalsuan susu dengan menggunakan soda kue. Pada susu yang dipalsukan dengan soda kue pada penambahan bromthymol blue pada susu tersebut akan muncul warna hijau kebiruan. Untuk susu yang tidak mengalami pemalsuan susu tersebut akan membentuk warna kuning. Sampel susu yang mengalami pemalsuan dengan menggunakan soda keu adalah sampel susu no 1 yang mana pada penambahan bromthymol blue terjadi perubahan warna menjadi hijau kebiruan.

Pengujian pemalsuan susu yang menggunakan gula atau susu kental manis diuji dengan menggunakan reaksi conradi. Jika setelah diuji dengan menggunakan reaksi conradi terjadi pembentukan warna merah ungu maka positif sampel susu tersebut dipalsukan dengan menggunakan susu kental manis. Jika terbentuk warna coklat maka sampel susu tersebut negative dipalsukan dengan susu kental manis. Pada sampel no 2 terjadi pemalsuan dengan penambahan susu kental manis yang ditandai dengan adanya warna pink. Warna pink ini adalah warna yang muncul diantara perubahan warna merah dan ungu.

Pemalsuan dengan menggunakan penambahan air tajin atau air beras bisa dilakukan dengan dua cara yaitu dengan cara kimiawi dan pengamatan dengan menggunakan mikroskop. Pada sampel susu no 4 ternyata positif mengalami pemalsuan dengan menggunakan air beras. Pada pengamatan dengan mengguanakan mikroskop terlihat butiran besar yang berupa pati yang terkandung dalam air beras tersebut.

About these ads

2 Comments

  1. mikael

    bagus sih,,,
    tapi lebih bagus kalo pakai daftar pustaka…
    kan mustinya ada

  2. mikael

    dan satu lagi, harus ada literaturnya,,,,
    acuan dari mana tuh…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: