Bahan Makanan Ternak : Ampas Tahu dan Ampas Kecap

Bahan Makanan Ternak : Ampas Tahu dan Ampas Kecap

Ampas tahu

Ampas tahu merupakan limbah dari pabrik tahu yang jumlahnya bervariasi tergantung dari proses pembuatan. Jumlah ampas tahu yang dihasilkan berselanga dari 25% sampai 67% dengan rata-rata 39,2%. Ampas ini cukup disukai ternak terutama yang masih segar.

Ampas tahu berasal dari kedelai dan oleh karena itu anti nutrisi yang terdapat pada ampas tahu adalah sama dengan kedelai hanya konsentrasinya lebih sedikit karena telah mengalami pengolahan. Ampas tahu tidak mempunyai sifat pencahar, akan tetapi penanganan ampas tahu sebaik mungkin. Penanganan yang tidak baik terhadap ampas tahu segar mengakibatkan penurunan nilai nutrisi dasn juga menurunkan palatabilitas.

Secara kualitatif ampas tahu dapat diuji dengan bulk density. Selain itu uji organoleptik seperti tekstur, rasa, warna dan bau dipakai untuk mengetahui kualitas ampas tahu yang baik. Kualitas ampas tahu secara kualitatif dapat dilakukan dilaboratorium dengan metode proksimat.

Ampas tahu tersedia dalam bentuk basah. Kandungan air ampas tahu tinggi yaitu sekitar 89,96%. Komposisi kimia ampas tahu bervariasi yang salah satunya tergantung pada proses pengolahan yang beragam. Ampas tahu ini sudah banyak digunakan untuk pakan ternak. Dilapangan ampas tahu digunakan berkisar antara 12% sampai 95% dari campuran konsentrat. Berdasarkan perhitungan kadar air yang ada pada ampas tahu, maka sebaiknya ampas tahu basah tidak diberikan ke ternak lebih dari 41%. Kandungan TDN ampas tahu berkisar antara 21-24% tergantung pada cara pengolahan dan kualitas bahan baku.

Ampas kecap

Bahan baku untuk membuat kecap adalah biji kedelai. Ampas kecap dihasilkan sebesar 59,7% dari bahan baku kedelai. Ampas ini cukup disukai oleh ternak. Ampas kecap berasal dari kedelai dan oleh karena itu anti nutrisi yang terdapat pada ampas kecap adalah sama dengan kedelai hanya konsentrasinya lebih sedikit karena telah menganlami pengolahan. Tetapi perlakuan yang tidak baik pada ampas kecap khusunya ampas kecap segar dapat mengakibatkan tumbuhnya jamur yang selanjutnya dapat menurunnya nilai nutrisi ampas tersebut.

Secara kualitatif kualitas ampas kecap dapat diuji dengan menggunakan buk density ataupun uji apung. Selain itu uji organoleptik seperti tekstur, rasa, warna dan bau dapat dipakai untuk mengetahui kualitas ampas kecap yang baik. Kualitas ampas kecap secara kualitatif dapat dilakukan dilaboratorium dengan menggunakan metode proksimat.

Ampas kecap masih mempunyai nilai gizi yang baik. Oleh karena itu dibeberapa daerah ampas kecap masih dipergunakan untuk makanan manusia. Ampas kecap mempunyai kandungan protein berkisar antara 21-34% tergantung pada proses pengolahan dan kualitas bahan baku yang diguanakan.

About these ads

1 Comment

  1. sidik

    salam..
    Disini sy berharap bs mendapatkan informasi lengkap tentang cara pembuatan tepung ampas tahu.
    ajarin dunx..
    tx
    mumkinwmj@gmail.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: