laporan mikrobiologi nutrisi-pembuatan media

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Salah satu keberhasilan dalam kegiatan mikrobiologi adalah isolat dapat ditumbuhkan pada media yang disediakan. Kemampuan mikroba untuk tumbuh dan berkembang pada media dipengaruhi beberapa hal diantaranya kesesuaian media dengan jenis mikroba yang akan ditumbuhkan, kecukupan nutrisi yang terkandung dalam media, suhu dan kelembaban lingkungan. Berdasarkan kebutuhan mikroba terhadap oksigen untuk hidup, maka media tumbuh dikelompokkan menjadi media anaerob dan aerob.

Media aerob merupakan media untuk menumbuh kembangkan mikroba yang bersifat aerob. Salah satu mikroorganisme yang sering ditumbuhkan pada media jenis ini adalah kapang. Komponen utama yang digunakan untuk pembuatan media ini adalah pati. Sumber pati yang utama yang sering digunakan adalah pati yang bersumber dari tanaman kentang.

Untuk menumbuhkan materi mikroorganisme pada keadaan anaerob maka perlu adanya pengosongan oksigen yang dilakukan dengan cara memasukan karbondioksida pada media. Media anaerobik mempunyai karakteristik yang hampir sama dengan media aerobik. Media anaerobik lebih banyak digunakan untuk menumbuhkan bakteri yang bersifat anaerobik karena memberikan lingkungan yang lebih memungkinkan untuk bakteri jenis tersebut untuk hidup.

Tujuan

Praktikum ini bertujuan agar para praktikan dapat membuat media aerob dan anaerob serta memahami fungsi dari masing-masing bahan yang digunakan dalam proses pembuatan media.

MATERI DAN METODA

Media Aerob

Alat dan Bahan

Untuk membuat media aerob, peralatan yang digunakan antara lain panci, tabung reaksi, kapas, rak tabung, kompor, spoid, saringan dan baskom. Bahan-bahan yang dipergunakan untuk membuat media aerob adalah tauge, agar-agar dan aquadest.

Cara Kerja

Tauge ditimbang sebanyak 100 gram dan dimasak dengan aquadest sebanyak 500 ml selama 3 jam. Cek volume air dalam panci selama proses pemasakan jangan sampai berkurang dari volume awal, jika berkurang tambahkan lagi air sehingga volumenya menjadi sama dengan volume air pada awal pemasakan. Masak tauge hingga jernih. Setelah proses pemasakan selesai, saring tauge dan ambil supernatan sebanyak 100 ml. Sebanyak 1,5 gram agar-agar ditambahkan kedalam 100 ml supernatan tauge dan dicampur sampai homogen. Ambil 3 ml dari campuran agar-agar dan supernatan tauge dan dimasukan kedalam tabung reaksi, sumbat tabung reaksi menggunakan kapas. Media aerob siap dipakai untuk kegiatan selanjutnya.

Media Anaerob

Alat dan Bahan

Peralatan yang digunakan untuk membuat media anaerob diantaranya botol scout, tabung reaksi, sumbat karet, isolasi plastik, pipet volumetrik dan aluminium foil. Bahan-bahan yang dipergunakan dalam membuat media anaerob meliputi BHI powder 5,2 gram, glukosa 0,05 gram, Cellubiosa (CMC) 0,05 gram, pati 0,05 gram, cistein 0,05 gram, hemin 1% 0,05 gram, agar-agar 0,5 ml dan rezazurin 0,5 gram.

Cara Kerja

Semua bahan dimasukan ke dalam botol scout dan ditambah air sebanyak 100 ml, homogenkan larutan. Hitung pH larutan hingga pH-nya mendekati pH normal. Ambil 5 ml larutan dan dimasukan ke dalam tabung reaksi lalu tutup dengan menggunakan aluminium foil. Panaskan larutan hingga warnanya berubah dari kuning-merah-kuning bening. Tutup dengan sumbat karet dan beri isolasi pada penutup tabung.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Media pertumbuhan mikroorganisme adalah suatu bahan yang terdiri dari campuran zat-zat makanan (nutrisi) yang diperlukan mikroorganisme untuk pertumbuhannya. Mikroorganisme memanfaatkan nutrisi media berupa molekulmolekul kecil yang dirakit untuk menyusun komponen sel. Dengan media pertumbuhan dapat dilakukan isolat mikroorganisme menjadi kultur murni dan juga memanipulasi komposisi media pertumbuhannya.

Pada dasarnya media pertumbuhan dapat dikelompokan menjadi 5 kelompok besar yaitu medium cair, medium kental, medium yang diperkaya, medium kering dan \ media sinergik. Medium cair yang sering digunakan diantaranya peptone. Peptone ialah protein yang terdapat pada daging, air susu, kedelai, putih telur. Medium kental biasa terdapat unsur agar-agar yang berfungsi untuk memperkental tidak untuk merbuah kandungan nutrisi media tersebut. Berdasarkan bentuk fisiknya, media pertumbuhan dapat dikelompokkan menjadi media padat, setengah padat dan cair. Media padat adalah media yang mengandung 15% agar sehingga mudah mengeras. Media setengah padat yaitu media yang mengandung agar 0,3-0,4% sehingga menjadi sedikit kenyal, tidak padat, tidak begitu cair. Media semi solid dibuat dengan tujuan supaya pertumbuhan mikroba dapat menyebar ke seluruh media tetapi tidak mengalami percampuran sempurna jika tergoyang. Medium cair yaitu media yang tidak mengandung agar, contohnya adalah NB (Nutrient Broth), LB (Lactose Broth).

Sedangkan berdasarkan tujuan pembuatannya, media dapat dikelompokkan menjadi 6 kelompok. Media pertama adalah media yang digunakan untuk isolasi. Media ini mengandung semua senyawa esensial untuk pertumbuhan mikroba, misalnya Nutrient Broth, Blood Agar. Media selektif/penghambat merupakan media yang selain mengandung nutrisi juga ditambah suatu zat tertentu sehingga media tersebut dapat menekan pertumbuhan mikroba lain dan merangsang pertumbuhan mikroba yang diinginkan. Media yang diperkaya, media untuk peremajaan kultur, media untuk mementukan kebutan nutrien tertemtu, media untuk karakteristikasi bakteri dan media diferensial adalah beberapa bentuk media berdasarkan fungsi tujuannya.

Komponen anorganik maupun organic merupakan substrat ataupun medium yang baik bagi kehidupan mikroorganisme. Mikroorganisme penghuni tanah merupakan campuran populasi dari protozoa (amoeba, flagllata, cilliata), bakteri (clostridium, rhizobium), alga (ganggang) seperti alga biru, hijau dan jamur terutama jamur bertingkat rendah seperti jamur lender, berbagai ragi, dan berbagai phyromycetes dan ascomycetes (Dwijoseputro, 1998).

Pemilihan media yang baik akan menunjang pertumbuhan dan perkembangbiakan mikroba. Kesesuaian suhu, pH, kecukupan nutrien pada media merupakan beberapa syarat untuk mikroba tersebut dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Pada pembuatan media untuk berbagai macam organisme harus menggunakan bahan yang mengandung banyak protein dangan berbagai konsentrasinya sehingga dapat menumbuhkan bakteri (Stanier, 2001). Salah satu bahan yang sering dipergunakan adalah tauge. Tauge berfungsi sebagai sumber protein, sukrosa berfungsi sebagai sumber karbohidrat sehinga cocok dijadikan untuk media pertumbuhan mikroba.

KESIMPULAN

Media yang dibuat harus disesuaikan dengan karakteristik dari jenis mikroba yang akan ditumbuhkan. Aspek lingkungan seperti suhu, pH, kecukupan nutrien media dan kontaminasi perlu dikondisikan dengan sebaik-baiknya agar mikroba yang ditumbuhkan dengan baik.

DAFTAR PUSTAKA

Dwijoseputro, D. 1998. Dasar-Dasar Mikrobiologi. Djambatan. Malang.

Stanier, Y. R. Dkk. 2001. The Microbial World. Prenticel Hall. Inc. EigleWood. New Jersey.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: