Full Fat Soya

Full Fat Soya (FFS) merupakan salah satu bahan pakan yang potensial digunakan untuk menggantikan sebagian Soya Bean Meal (SBM) dalam formulasi pakan unggas. Full Fat Soya memiliki kandungan protein kasar sekitar 34%-36% dengan kandungan lemak kasar 14%-16%. Kandungan energy pada Full Fat Soya berkisar antara 3400-3600 kkal.
Continue reading

Kotoran Basah : Diare atau Wet Dropping ??

Kotoran basah merupakan salah satu permasalahan klasik peternakan ungga di Indonesia. Kondisi iklim yang hangat dan lembab, sistem pemeliharaan yang masih sederhana, tingkat stress lingkungan yang tinggi merupakan beberapa penyebab dari permasalahan ini. Wet dropping adalah penyakit non-infeksius yang disebabkan karena faktor eksternal (lingkungan) dan intrinsic (kelebihan ekskresi air) (Simon 1999). Diare merupakan penyakit infeksius pada saluran pencernaan yang disebabkan karena nutrisi atau agen infeksius seperti virus, bakteri, parasit, mycotoxin, malabsorbsi, dll.
Continue reading

Cara Membuat Pakan Ayam Petelur Secara Mandiri

Tulisan ini saya dedikasikan untuk kemajuan & kemandirian peternakan ayam petelur Indonesia

Kali ini saya akan memberikan informasi mengenai cara membuat pakan untuk ayam petelur. Seperti yang kita ketahui bahwa dasar formulasi ransum yang diterapkan di Indonesia adalah Corn-Soya yang artinya porsi terbesar dalam suatu formula pakan itu terdiri dari jagung dan bungkil kedelai. Agar ayam dapat berproduksi dengan baik ada tiga hal yang harus kita perhatikan yaitu bibit, management & pakan. Tanpa mengenyampingkan factor bibit & management, pakan merupakan komponen terbesar dalam biaya produksi suatu usaha peternakan, biaya untuk pakan bisa mencapai 70%.
Continue reading

Protein kasar Vs Asam Amino Tercerna : Sebuah Pengantar

Protein merupakan salah satu nutrisi utama yang diperlukan ternak agar bisa tumbuh, berkembang, berproduksi dan berreproduksi secara baik. Kebutuhan protein ternak tergantung dari jenis ternak, umur, jenis kelamin, kondisi fisiologis, status kesehatan dan tingkat aktifitas ternak tersebut. Kekurangan atau kelebihan protein dapat menyebabkan gangguan kesehatan pada ternak seperti pertumbuhan yang terlambat, feses basah, bahkan sampai mengganggu proses reproduksi karena ternak gagal menghasilkan sel telur atau sperma yang baik. Continue reading

Menyongsong Kemandirian Pakan Ternak Unggas Di Indonesia

Maju tidaknya sebuah industry peternakan setidaknya ditentukan oleh 3 aspek utama yaitu Pakan, Bibit & Manajemen. Dari ketiga aspek tersebut komponen pakan ternak menempati porsi terbesar mencapai 70% dari total biaya produksi. Seiring dengan pertumbuhan kelas menengah-atas di Indonesia beberapa tahun terakhir, pemenuhan pangan, termasuk pangan hewani, menjadi meningkat. Hal ini membuat para investor baik dalam dan luar negri berbondong-bondong berinvestasi di sector peternakan terutama penyediaan pakan ternak. Continue reading