pendahuluan fisnut

PENDAHULUAN
Latar Belakang
Semua mahluk hidup memerlukan unsure inorganik atau mineral untuk proses kehidupan yang normal. Semua jarring ternak dan makanan/pakan mengandung mineral dalam jumlah dan proporsi yang sangat bervariasi. Unsure inorganic ini merupakan konstituen dari abu yang tersisa setelah pembakaran dari bahan pakan. Mineral tersebut berada dalam bentuk oksida, karbonat dan sulfat.
Mineral atau garam mineral adalah bahan anoganik, bahan kimia yang didapat makhluk dari alam, yang asalnya ialah dari tanah. Ada yang larut dalam air lalu masuk tubuh lewat air minum atau air yang dipakai untuk mencuci sayur dan memasak. Mineral masuk tubuh dalam bentuk garam, dan lalu digunakan dalam bentuk elektrolit. Elektrolit ialah bentuk ion dari mineral itu, bermuatan listrik positif (+) atau negatif (-). Ada sebagian mineral itu dipakai sel sebagai poros atau inti suatu molekul, ada pula dipakai untuk menghubungkan suatu cabang ke batang suatu molekul.
Penyerapan dari garam mineral sendiri di dalam tubuh banyak terjadi pada dinding usus halus. Selain garam mineral, zat nutrisi lain yang banyak diserap di usus halus adalah karbohidrat, lemak dan juga protein. Absropsi darai garam mineral tergolong cepat jika dbandingkan dengan absropsi zat nutrisi lainnya. Hal ini dikarenakan penyerapan garam mineral tidak memerlukan perlakuan khusus terlebih dahulu. Garam mineral tersebut diekskresikan ke luar tubuh baik dalam bentuk feses, urin, keringat, atau air liur.
Tujuan
Praktikum ini bertujuan untuk mencari tahu seberapa cepat absorpsi dan sekresi dari garam mineral di dalam tubuh.

MATERI DAN METODA
Materi
Peralatan yang digunakan pada praktikum ini adaalah tabung reaksi, rak tabung reaksi, pipet, tempat menampung urin, stopwatch. Bahan-bahan yang dipakai pada praktikum ini diantaranya pil KI, larutan pati, larutan HN03, saliva, dan urin.

Metoda
Sebelum melakukan percobaan subyek penelitian dalam hal ini mahasiswa dipuasakan sekurang-kurangnya 3 jam.
1. Pengujian sekresi garam mineral
– Setelah puasa tiga jam, subyek penelitian menelan dua butir pil KI secara sekaligus. Catat waktu mulai dari mulai pertama menelan pil KI.
– Setelah menelan pil KI subyek penelitian kemudian berkumur sebersih mungkin. Air dari kumuran yang pertama dimasukan kedalam tabung reaksi yang berisi pati.
– Hal ini bertujuan untuk menguji ada tidaknya sisa KI yang tersisa di dalam mulut. Bila campuran antara KI dan pati membentuk warna biru maka masih terdapat sisa KI di dalam mulut. Jika hal ini terjadi subyek penelitian harus berkumur kembali hingga tidak ada sisa KI.
– Dalam interval waktu 2 menit setiap kali subyek percobaan meludah ke dalam tabung reaksi yang sudah diisi larutan amilum dan HN03 hingga terbentuk warna biru. Catat berapa lama waktu dari mulai berkumur sampai meludah yang setelah diuji membentuk warna biru.

2. Pengujian eksresi garam mineral.
– Setelah tiga puluh menit menelan pil KI, subyek penelitian diminta untuk buang air kecil.
– Tampung urin yang keluar menggunakan tempat penampung urin yang telah disediakan.
– Campurkan satu atau dua tetes urin tersebut kedalam tabung reaksi yang berisi larutan amilum dan HN03.
– Amati sampai terbentuk warna biru pada kedua campuran urin dan amilum tadi.
– Catat waktu mulai dari subyek penelitian meminum pil KI sampai terbentuk warna biru pada urin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: