evaluasi kemampuan adaptasi rumput sporobolus sp. terhadap pembududayaan

LAPORAN PRAKTIKUM PENGANTAR MANAJEMEN PASTURA

Hari / tanggal  : Senin, 21 Juni 2010                       Tempat: Laboratorium Agrostrologi

Dosen pembimbing : M. Agus Setiana, Ir. MS

EVALUASI KEMAMPUAN ADAPTASI RUMPUT Sporobolus sp. TERHADAP PEMBUDIDAYAAN

Oleh :

Intan Nursiam

D24080094

G3

DEPARTEMEN ILMU NUTRISI DAN TEKNOLOGI PAKAN

FAKULTAS PETERNAKAN

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

2010

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Rumput merupakan pakan utama bagi ternak ruminansia seperti sapi, kambing dan domba. Ketersedian rumput atau hijauan makanan ternak ( HMT ) erat kaitannya dengan tingkat produksi dari ternak tersebut. Secara umum hijauan makanan ternak ( HMT ) yang diberikan pada ternak dibagi menjadi dua macam, yaitu rumput-rumputan dan polong-polongan (legum).

Kemampuan untuk tumbuh dan berkembang setiap rumput berbeda-beda. Setidaknya ada dua faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dari rumput yaitu faktor internal dan faktor ekternal. Faktor internal erat kaitannya dengan genetik dari rumput tersebut sedangkan faktor eksternal lebih condong terhadap pengaruh dari lingkungan terhadap pertumbuhan hijauan makanan ternak tersebut.

Rumput-rumput liar yang mempunyai potensi produksi yang tinggi seharusnya bisa dibudidayakan. Hal ini tidak terlepas dalam upaya pemenuhan kebutuhan akan hijauan makanan ternak. Salah satu dari keunggulan rumput liar adalah tingkat adaptasi terhadap lingkungan yang tinggi. Hal ini penting untuk dipertahankan dalam kegiatan pembudidayaan agar tingkat produksi bisa terus ditingkatkan.

Tujuan

Tujuan praktikum ini adalah untuk mendomestikasi rumput-rumput liar dan mengetahui tingkat produktivitas dari rumput liar tersebut setelah mengalami proses budidaya.

TINJAUAN PUSTAKA

Pupuk Kandang

Pupuk kandang merupakan pupuk organik yang dihasilkan oleh ternak. Leiwakabessy (1998), pupuk kandang merupakan kotoran padat dan cair dari hewan ternak yang tercampur dengan sisa makanan. Setiawan (1996) menyebutkan bahwa pengaruh pemberian pupuk kandang terhadap sifat tanah antara lain : memudahkan penyerapan air hujan, memeperbaiki kemampuan tanah dalam mengikat air, mengurangi erosi, memberikan lingkungan tumbuh yang baik bagi kecambah biji dan akar, dan merupakan sumber unsur hara tanaman. Pupuk kandang membuat tanah lebih subur, gembur, mudah diolah. Kegunaan ini tidak dapat digantikan oleh pupuk buatan.

Leiwakabessy (1998) menyatakan bahwa pemberian bahan organik yang mudah didekomposisikan misalnya pupuk kandang membantu memperbaiki struktur tanah. Penyusun organik dari pupuk kandang yang penting adalah komponen hidup yaitu jasad mikro terutama dalam hewan pemamah. Sejumlah tertentu dari unsur hara  yang terdapat dalam pakan dapat dijumpai kembali dalam kotoran mereka. Pupuk kandang merupakan sumber N2, F yang sangat dibutuhkan tanaman, selain itu juga merupakan sumber unsur Fe, Zn, Cu, dan B.

Sporobolus sp.

Sporobolus adalah genus dari rumput di keluarga Poaceae. Rumput ini biasanya disebut rumput Sacaton dropseed.  Sporobolus adalah tipikal padang rumput dan savana tanaman, tetapi terjadi di habitat terbuka lainnya di iklim hangat juga. ( Wikipedia, 2010).

Klasifikasi tanaman

Kingdom         : Plantae
Sub kingdom   : Angiosperms
Division           : Monocots
Kelas               : Commelinids
Ordo                : Poales
Family             : Poaceae
Subfamily        : Chloridoideae
suku                 : Eragrostideae
Genus              : Sporobolus

( USDA. 2010 )
Adaptasi

  • Adaptasi Morfologi pada Tumbuhan

Berdasarkan tempat hidupnya, tumbuhan dibedakan menjadi sebagai berikut.

  1. Xeroflt, yaitu tumbuhan yang menyesuaikan diri dengan lingkungan yang kering, contohnya kaktus. Cara adaptasi xerofit. antara lain mempunyai daun berukuran kecil atau bahkan tidak berdaun (mengalami modifikasi menjadi duri), batang dilapisi lapisan lilin yang tebal, dan berakar panjang sehingga berjangkauan sangat luas.
  2. Hidrofit. yaitu tumbuhan yang menyesuaikan diri dengan lingkungan berair, contohnya teratai. Cara adaptasi hidrofit, antara lain berdaun lebar dan tipis, serta mempunyai banyak stomata.
  3. Higrofit, yaitu tumbuhan yang menyesuaikan diri dengan lingkungan lembap, contohnya tumbuhan paku dan lumut.
  • Adaptasi Fisiologi pada Tumbuhan
  1. Tumbuhan yang penyerbukannya dibantu oleh serangga mempunyai bunga yang berbau khas.
  2. Tumbuhan tertentu menghasilkan zat khusus yang dapat menghambat pertumbuhan tumbuhan lain atau melindungi diri terhadap herbivor. Misalnya. semak azalea di Jepang menghasilkan bahan kimia beracun sehingga rusa tidak memakan daunnya.  (Crayonpedia, 2010

MATERI DAN METODA

Materi

Peralatan yang digunakan pada praktikum ini diantaranya pot kapasitas 5 kg, cangkul, alat penyiram, penggaris, dan label.

Bahan-bahan yang digunkan diantaranya adalah tanah, pupuk organic, dan tanaman Sporobolus sp.

Metode

  1. Persiapan Media Tanam

Isi pot dengan tanah sampai 2/3 bagian kemudian tambahkan pupuk organic sampai pot penuh. Keluarkan tanah dan pupuk organic dari dalam pot, selanjutnya campurkan kedua bahan tersebut hingga benar-benar tercampur merata. Biarkan selama 1 minggu sampai bahan organic didalam pupuk terurai. Beri label pada pot agar tidak tertukar dengan pot kelompok lain.

  1. Penanaman

Apabila media tanam sudah siap, segera tanam rumput liar. Lakukan penyiraman sehari sekali. Tempatkan pot rumput ditempat yang cukup mendapatkan cahaya matahari. Amati setiap pertumbuhan rumput tersebut.

  1. Pengumpulan Data

Pengukuran dilakukan setiap seminggu sekali selam empat kali pengukuran. Peubah yang diamati adalah tinggi vertical dan banyaknya daun selama proses penanaman.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil

Tabel. 1. Tinggi vertical dan jumlah daun Sporobolus.

No Pengamatan ke – Parameter yang diamati Ket.
Tinggi vertical (cm) Jumlah daun
1 1 78 86
2 2 74 108
3 3 77 122
4 4 77 125

Pembahasan

Sprobolus tergolong rumput liar yang tahan akan kondisi kering. Rumput ini bisa kita temukan pada pinggir jalan atau tumbuh disela-sela bebatuan atau sela-sela bangunan. Rumput ini berwarna hijau tua dengan tinggi tidak sampai 1 m. Rumput ini hidup membentuk rhizome yang tidak terlalu banyak. Daun tidak berbulu dengan panjang daun antara 5 – 10 cm. Tipe bunganya tandan dengan warna krem. Tanaman ini mudah berbiji akan tetapi bijinya mudah rontok. Tanaman ini merupakan rumput yang banyak variaetasnya seperti actinoclaudus, africanus, airoides, argutas.

Dari grafik 1. dapat dilihat bahwa pertambahan tinggi vertical selama pengamatan tidak terlalu banyak perbedaan. Pada minggu pertama tinggi vertical mencapai 74 cm dan berturut-turut minggu selanjutnnya sebesar 74, 77, dan 77 cm. Hal ini menunjukan bahwa karakteristik rumput ini memiliki ukuran tinggi yang relative kecil. Di lapangan rumput ini bisa tumbuh mencapai tinggi 1 m, perbedaan ini mungkin dikarenakan adanya proses domestikasi yang dilakukan. Selama proses adaptasi tersebut rumput beradaptasi dengan sempurna sehingga kemampuan tumbuhnya masih terbatas.

Berdasarkan pengamatan terhadap jumlah daun terjadi penambahan jumlah daun yang cukup signifikan pada minggu ke dua. Pada pengamatan minggu pertama jumlah daun yang dimiliki hanya sebanyak 86 helai. Minggu ke dua sampai berikutnya tidak terjadi penambahan jumlah daun secara signifikan. Secara berturut-turut jumlah daun dari minggu ke dua sampai minggu ke empat adalah sebagai berikut 108, 122, 125 helai. Pertambahan yang signifikan pada minggu ke dua dimungkinkan karena pemenuhan nutrisi tanaman sudah terpenuhi. Hal tersebut dikarenakan pebguraian bahan organic sudah terjadi secara merata.

Dilihat dari kemampuan tumbuh tanaman ini pada lingkungan yang baru diduga kemampuan adaptasi dari tanaman ini cukup bagus. Untuk segi produksi tanaman ini tergolong tanaman yang berproduksi rendah. Kandungan nutrisi dari rumput ini masih belum diketahui. Perlu di cari solusi pada rumput ini agar bisa memiliki tingkat produksi yang lebih tinggi.

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil pengamatan terhadap kemampuan adaptasi rumput Sporobolus sp., dapat disimpulkan bahwa rumput ini memiliki tingkat adaptasi yang cukup tinggi. Produksi dari rumput ini masih tergolong rendah maka dari itu perlu diadakan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui karakteristik dan tingkat produksi rumput ini.

DAFTAR PUSTAKA

http://en.wikipedia.org/wiki/Sporobolus [ 18 Juni 2010 ]

http://plants.usda.gov/java/profile?symbol=SPCR [ 18 Juni 2010 ]

http://www.crayonpedia.org/mw/Kelangsungan_Hidup_Makhluk_Hidup_Melalui_Adaptasi,_Seleksi_Alam_Dan_Perkembangbiakan_9.1 [ 18 Juni 2010 ]

Leiwakabessy, F. M. 1988. Kesuburan Tanah. Jurusan Tanah. Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor, Bogor. 294 hal.

Setiawan, A. 1996. Memanfaatkan Kotoran Ternak. Penebar Swadaya. Jakarta.

LAMPIRAN

Gambar-gambar Sporobolus sp.

Sporobolus wrightii                 Sporobolus prairie

Sporobolus heterolepis                                                 Sporobolus Airoides

1 Comment

  1. pupuk organik : Pemanfaatan lahan pertanian dgn tdk perhatian thd faktor kelestarian lingkungan makin membuat parah kondisi lahan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: