asyiknya bermain kelereng

Hari ini saya tidak henti-hentinya tersenyum jika mengingat anak-anak kecil yang tadi siang baru saya temui. Mereka dengan asyiknya bermain kelereng (orang Jakarta menyebutnya gundu; orang sunda mengenalnya dengan sebutan kelereng) dalam rangka mengisi liburan sekolah. Asyik sekali melihat mereka memainkan permainan yang saya belum ketahui sejak kapan permainan tersebut ada dan berkembang di Indonesia.

Sungguh sangat ceria sekali mereka memainkan permainan ini. Permainan ini biasanya dimainkan secara beramai-ramai di waktu sore hari. Permainan ini biasanya dimainkan di lapangan atau sepetak tanah yang kosong. Tak hanya anak-anak yang senang memainkan permainan ini, orang dewasapun senang bermain kelereng. Tidak hanya anak laki-laki saja yang lihai memainkan permainan ini, anak-anak perempuan pun ternyata banyak menyenangi permainan yang lebih sering dimainkan anak laki-laki ini.

Saya teringat sewaktu saya masih kecil, saya tidak tergolong anak yang pandai bermain kelereng. Saya lebih banyak menonton kakak dan teman-teman saya memainkan permainan ini. Seru!!! Itu yang selalu saya rasakan ketika bermain ataupun melihat permainan ini. Mungkin kalau mereka (para pemain kelereng) ditanya soal asal usul permainan ini dominan akan menggelengkan kepala sebagai tanda ketidak tahuan.

Ehm,,saya penasaran dengan asal usul “kaleci” ini. Menurut hemat saya permainan kaleci atau gundu ini masuk ke Indonesia sebagai pengaruh dari budaya asing yang dibawa penjajah. Tapi hal itu bisa terbantahkan karena selama ini saya belum menemukan permainan sejenis di luar negri. Tapi darimana asalnya permainan tersebut tidak menjadi terlalu penting karena permainan itu sudah seperti mendarah daging bagi masyarakat Indonesia terutama masyarakat desa.

Manfaat dari permainan ini sangat luar biasa banyaknya bagi perkembangan mental anak. Selain belajar berkompetisi, anak-anak juga diajarkan untuk sportif dalam menjalani sebuah permainan. Selain itu, bermain bersama-sama dengan teman-teman bisa meningkatkan rasa kepedulian anak kepada sesama dan juga dapat menstilmulir sifat social dari anak-anak.

Tentunya saya sangat bangga kepada anak-anak yang masih konsisten memainkan permainan ini ditengah maraknya permainan-permainan modern seperti play station, game PC ataupun permainan Online yang lebih banyak menonjolkan segi kekerasan dari setiap item permainannya. Itu sangat tidak baik untuk perkembangan mental dari anak-anak. Ayo kita kembali ke permainan anak-anak tradisional untuk generasi penerus Indonesia yang lebih baik..

Saya mau belajar main kelereng dulu yah…hehehehehe

2 Comments

  1. yah, inget waktu kecil dulu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: