Bahan Makanan Ternak : Biji Kedelai (Glycine max) dan Bungkil Kedelai

Bahan Makanan Ternak : Biji Kedelai (Glycine max) dan Bungkil Kedelai

Biji Kedelai (Glycine max)

Produksi per hektar tergantung tipe kedelai, jenis tanah, pemupukan serta cuaca. Biji kedelai sangat disukai ternak. Pemakaian yang terlalu tinggi tanpa diikuti dengan penambahan hijauan berkualitas baik akan berdampak negative pada kandungan vitamin A dan warna kuning lemak mentega yang dihasilkan.

Biji kedelai menagandung zat penghambat protease yang bila bergabung dengan trypsin akan membentuk senyawa kompleks yang tidak aktif. Penghambat ini mengakibatkan hipertropy pada pancreas. Mode aksi dari penghambatan ini adalah dihambatnya sekresi enzyme pancreas. Perlakuan pemanasan pada tempratur yang tepat (2500F selama 2,5-3,5 menit) dapat menghancurkan bahan ini. Anti vitamin B-12 merupakan cara yang baik untuk menanggulangi masalah ini. Goitrogens merupakan bahan yang menghambat penyerapan yodium.

Secara kualitatif kualitas tepung kedelai dapat diuji dengan menggunakan bulk density ataupun uji apung. Bulk densitu tepung kedelai yang tidak dikuliti yang baik adalah 642,3g/l. Makin banyak biji yang mengapung pada uji apung tersebut menandakan makin banyak biji yagn rusak yang terdapat pada biji kedelai tersebut. selain itu uji organoleptik seperti tekstur, rasa, warna dan bau dapat dipakai untuk mengetahui kualitas tepung kedelai yang baik.

Tepung kedelai mengandung protein yang tinggi dibandingkan dengan biji-bijian yang lain yang umum dipakai pakan ternak. Kandungan protein kasar rata-rata tepung kedelai adalah 37,9%. Tepung kedelai juga tinggi kandungan lemaknya (18%) dan rendah kandungan serat kasarnya (5%). TDN tepung kedelai lebih tinggi daripada jagung. Hal ini dapat dimengerti karena tingginya kadar lemak pada kedelai. Varietas kedelai hitam mengandung lemak yang lebih rendah dibanding varietas kuning.

Kedelai agak rendah kandungan Ca (0,25%). Kandungan phospor kedelai juga rendah (0,59%) bila dibandingkan dengan kandungan phospor pada bungkil kapas dan gandum. Seperti halnya bijian lainnya, kedelai defisiensi vitamin D dan tidak mengandung caroten. Walaupun kedelai mengandung riboflavin yang rendah, kandungan ini masih lebih tinggi dari pada jagung dan oat.

Bungkil Kedelai

Bungkil kedelai merupakan limbah dari industry minyak kedelai. Bungkil ini sangat disukai ternak. Namun penggunaannya perlu diperhatikan karena zat penghambat trypsin yang mungkin masih tersisa pada bungkil kedelai yang diproduksi dengan menggunakan suhu yang rendah.

Secara kualitatif kualitas bungkil kedelai dapat diuji dengan menggunakan bulk density ataupun uji apung. Bulk density bungkil kedelai yang baik adalah 594,1-610,2 g/l. Selain itu uji organoleptik seperti tekstur, rasa, warna dan bau dapat digunakan untuk mengetahui kualitas bungkil kedelai yang baik. Uji sekam dengan larutan flouroglusinol dapat juga dilakukan untuk mengevaluasi kualitas bungkil kedelai.

Kualitas bungkil kedelai secara kuantitatif dapat dilakukan di laboratorium dengan menggunakan metoda proksimat. Kandungan protein bungkil kedelai yang diperoleh dengan cara mekanik adalah 41% dan mempunyai lemak 4,8%. Sedangkan yang diperoleh dengan pelarutan mempunyai kandungan lemak sebesar 1,32%. Bungkil kedelai mengandung serat kasar lebih rendah dibandingkan dengan bungkil biji kapas.

Bungkil kedelai agak rendah mengandung kalsium (0,27%). Kandungan phospor lebih tinggi dibandingkan dengan bungkil biji kapas yaitu rata-rata 0,63%. Seperti biji kedelai, bungkil kedelai tidak menyediakan caroten dan vitamin D. Bungkil kedelai tidak kaya riboflavin tetapi kandungannya lebih tinggi dibandingkan dengan jagung dan butiran lainnya. Kandungan niacin tidak tinggi. Kandungan thiamin bungkil kedelai sama dengan butiran lainnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: