Bahan Makanan Ternak : Hijauan

Bahan Makanan Ternak : Hijauan

Hijauan

Bahan pakan alami untuk ternak ruminansia ruminansia adalah hijauan baik berupa rumput-rumputan maupun leguminosa. Sebagian hijauan terutama leguminosa juga bisa diberikan pada ternak monogastrik (unggas) dalam jumlah tertentu setelah mengalami pengolahan sebelumnya (pengeringan dan penggilingan). Tanaman hijauan makanan ternak yang secara garis besar dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu ; 1. Tanaman hijauan makanan ternak yang tidak dibudidayakan seperti rumput lapang, padang rumput alami, semak dan pohon-pohonan, 2. Tanaman hijauan ternak yang sengaja dibududayakan baik secara permanen maupun temporer. Padang rumput alami umumnya mencakup berbagai jenis/species rumput-rumputan atau leguminosa, sedangkan padang rumput yang dibudidayakan biasanya terdiri dari satu jenis/species atau campuran dari beberapa/sedikit jenis saja.

Di negara yang bermusim dingin (temperate) rumput-rumputan mulai tumbuh pada saat suhu tanah mencapai 4-60 C (musim bunga) yang mencapai puncak pertumbuhannya pada saat musim panas. Sedangkan di negara tropis karena suhu tanah cukup panas rumput-rumputan bisa tumbuh sepanjang tahun. Karena hanya terbagi musim hujan dan kemarau, biasanya puncak produksinya terjadi pada saat musim hujan.

Komposisi nutrisi hijauan makanan ternak sangat bervariasi dan tergantung pada banyak hal diantaranya adalah : species tanaman, umur tanaman, iklim dan pemupukan. Sebagai contoh kandungan sebagai contoh kandungan protein kasar bisa dibawah 3% pada rumput yang sudah tua sebaliknya pada rumput yang masih muda dengan pemupukan yang intensif bisa mencapai lebih dari 30%. Kandungan air hijauan makanan ternak juga sangat penting diperhatikan pada saat pemanenan terutama apabila mau diawetkan baik menjadi hay ataupun silase. Pada tanaman yang masih muda kandungan airnya bisa mencapai 75-90% dan menurun pada tanaman yang tua (65%).

Kandungan karbohidrat mudah larut dalam air (Water Soluble Carbohydrate atau WSC) pada rumput-rumputan umumnya adalah fruktan dan beberapa komponen gula seperti glukosa, sukrosa dan raffinosa. Rumput-rumputan asal temprate kandungan karbohidratnya lebih banyak dalam bentuk fruktan sebagai bahan yang mudah larut dalam air (WSC) yang umumnya disimpan dalam batang, sedangkan jenis rumput-rumputan asal tropis dan subtropis umunya lebih banyak mengandung karbohidrat dalam bentuk pati daripada fruktan dan umumnya disimpan dalam bagian daun. Dibandingkan fruktan, pati lebih sulit larut dalam air sehingga kandungan wsc rumput-rumputan asal tropis sangat rendah (<6%) dibandingkan rumput-rumputan asal temprate (>7%). Kandungan nutrisi hijauan tersebut perlu diperhatikan sehubungan dengan pengawetan kering (hay) maupun pada proses pengawetan  basah/segar (silase).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: