Potensi Daun Singkong (Manihot esculenta Crantz) Sebagai Pakan

Potensi Daun Singkong (Manihot esculenta Crantz) Sebagai Pakan

Ubi kayu atau Singkong termasuk ke dalam famili Euphorbiaceae, subfamili Crotoridae. Singkong dalam literatur lama dinamakan Manihot utilissima, dalam perkembangannya singkong disebut sebagai Manihot esculenta Crantz. Singkong tidak pernah didapatkan dalam bentuk liar, hanya ada sebagian spesies yang dibudidayakan, dan merupakan perdu tahunan. Lokasi penyebaran singkong pada daerah 30° garis lintang utara sampai 30° garis lintang selatan (Cock, 1992). Negara yang pertama kali membudidayakan singkong adalah Brazil kemudian menyebar ke Afrika, Madagaskar, Hindia, Tiongkok dan masuk Indonesia tahun 1740.

Indonesia merupakan penghasil singkong terbesar di kawasan Asia Tenggara dan menduduki urutan ketiga di dunia. Produksi singkong Indonesia pada tahun 2007  mencapai 18.95 juta ton pada luas areal tanam 1.15 juta hektar dengan produktivitas 16.5 ton/ha (BPS dan Dirjen Tanaman Pangan 2007). Tanaman ini merupakan tanaman tropik yang potensial digunakan untuk ternak, dan dapat menghasilkan biomassa sumber energi pada bagian umbi dan protein pada daun dalam jumlah besar. Menurut Devendra (1977) produk utama tanaman ini dibagi menjadi tiga bagian yaitu; daun 6%, batang 44% dan umbi 50%. Komposisi kimia daun singkong berdasarkan bahan kering dapat dilihat pada Tabel 1.

Tabel 1.  Komposisi Kimia Daun Singkong (%BK)

Zat Makanan Daun Singkong (%)
BK 

Abu

PK

SK

LK

BETN

Ca

P

88,22 

9,51

24,84

23,82

7,14

34,70

1,71

0,42

Sumber: Laboratorium Ilmu dan Teknologi Pakan Fakultas Peternakan, IPB (2008)

Hasil penelitian Ravindran (1991) menunjukkan bahwa daun singkong mempunyai kandungan protein yang tinggi yaitu berkisar antara 16.7−39.9% bahan kering dan hampir 85% dari fraksi protein kasar merupakan protein murni, sedangkan bagian kulit dan onggok memiliki kandungan pati yang cukup tinggi, sehingga dapat dijadikan sebagai sumber energi. Liem et al. (1997) melaporkan dari 2.5−3 ton/ha hasil samping tanaman singkong dapat menghasilkan tepung daun singkong sebanyak 600−800 kg/ha. Lebih lanjut dijelaskan pemakaian tepung daun singkong dalam formulasi ransum dapat dijadikan sebagai sumber protein dan konsentrat pada kambing dan sapi perah (Khang et al. 2000).

Wanapat dan Knampa (2006) melaporkan hay daun singkong dapat menggantikan pemakaian bungkil kedelai pada sapi perah di daerah tropik. Selain  berfungsi sebagai sumber protein, daun singkong juga berperan sebagai anti cacing (anthelmintic) dan kandungan taninnya berpotensi meningkatkan daya tahan saluran pencernaan ternak terhadap mikroorganisme parasit. Ensilase merupakan salah satu cara pengawetan daun singkong sebagai pakan ternak (Hang 1998) dan efektif menurunkan kandungan sianida (HCN) pada ubi kayu setelah 3 bulan ensilase yaitu dari 289 mg/kg menjadi 20.1 mg/kg (Kavana et al. 2005).

sumber : Dede Huban Rijali, S.Pt.

1 Comment

  1. bgaiman efek negatif daun singkong terhadap kesehatan???????????????????????????????????

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: