Analisis Komposisi Botani dan Kapasitas tampung

Analisis Komposisi Botani (Metode Dry Weight Rank)

Analisa komposisi botani diperlukan untuk mengetahui kondisi pastura yang dapat mempengaruhi produksi dan kualitas hijauan yang dihasilkan. Analisis komposisi botani dapat dilakukan secara manual dengan melihat secara langsung komposisi botani yang ada di suatu pastura. Namun hal ini tentu akan menjadi masalah dalam menentukan akurasi jenis botani dan waktu yang diperlukan untuk melihat kondisi botani dan waktu yang diperlukan untuk melihat kondisi botani yang ada secara keseluruhan. Oleh karena itu diperlukan metode analisis komposisi botani hijauan makanan ternak yang cepat dan tepat.

Beberapa metoda analisis komposisi botani yang dikenal diantaranya :

  1. Metoda langsung

Pemisahan dengan menggunakan tangan dan penimbangan hijauan makanan ternak yang ternak yang telah dipotong. Metode ini paling teliti jika digunakan jumlah sampel yang cukup banyak, tetapi memerlukan waktu yang lama dengan fasilitas pengeringan yang memadai.

  1. Metoda pendugaan
    1. Estimasi persentase berat pada hijauan makanan ternak yang telah dipotong.
    2. Estimasi persentase berat “in situ” di kebun/lapangan.
    3. Estimasi unit berat dari tiap-tiap spesies di kebun/lapangan.

Metode-metode tersebut lebih cepat tetapi kurang teliti karena faktor-faktor subyektif.

Dalam perkembangannya, diperkenalkan metode “rank” atau perbandingan yang memberikan persentase relatif tentang kedudukan masing-masing spesies (relative importance percentage). Metode ini digunakan untuk menaksir komposisi botani pada rumput atas dasar bahan kering tanpa melakukan pemotongan dan pemisahan spesies hijauan.

Kapasitas Tampung

Kapasitas tampung adalah kemampuan suatu pastura menampung ternak tanpa menyebabkan kerusakan pada padang rumput dan ternak. Kapasitas tampung pastura berbeda-beda karena adanya perbedaan dalam produksi tanah, curah hujan dan penyebarannya, topografi dan lain-lain. Oleh karena itu setiap pastura sebaiknya diisi dengan ternak sesuai dengan kemampuannya.

Taksiran kapasitas tampung pastura dapat didasarkan pada jumlah hijauan yang tersedia. Analisis ini memerlukan pengambilan sejumlah cuplikan (sampel) karena melakukan pengamatan secara langsung pada setiap bagian pastura akan menyebabkan inefisiensi. Penentuan letak petak-petak cuplikan dapat dilakukan dengan metode :

  1. Pengacakan
  2. Stratifikasi
  3. Sistematik

Pengambilan jumlah cuplikan yang diperlukan tergantung dari :

  1. Keseragaman botani
  2. Alat-alat yang digunakan
  3. Tujuan pengambilan data
  4. Tingkat ketelitian yang dikehendaki
  5. Biaya dan fasilitas yang tersedia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: