Metabolisme Lipid

Metabolisme Lipid

Lipid adalah senyawa organik yang terdapat pada jaringan tanaman dan hewan, mempunyai sifat larut dalam pelarut organik seperti benzene, ether atau chloroform dan hanya sebagian kecil larut dalam air. Lipid terbagi menjadi dua kelompok yaitu yang membentuk sabun (saponifiable) dan yang tidak membentuk sabun (non saponifiable). Lipid yang membentuk sabun dalam bentuk sederhana adalah trigliserida, ketika dihidrolisis dengan alkali menghasilkan gliserol dan sabun. Trigliserida akan berbentuk cairan pada suhu ruang (asam lemak tidak jenuh) dan akan menjadi padat (margarin) ketika ikatan rangkapnya mengalami hidrogenasi, misalnya asam oleat berubah menjadi streatat. Sedangkan yang lebih kompleks adalah fosfolipid misalnya lesitin dan glikolipid yaitu komponen utama tanaman. Senyawa lipid yang tidak membentuk sabun yang populer adalah steroid (sterol) dan karotenoid yaitu pigemn tanaman dan merupakan vitamin yang larut dalam lemak.

Asam-asam lemak tidak jenuh (mempunyai ikatan rangkap) yang esensial adalah asam linoleat (C 18:2), asam linoleat (C 18:3) dan arakidonat (C 20:4). Arakidonat dapat disintesa dari asam linoleat. Oada alat pencernaan ruminansia, mikroba rumen dapat mematabolisasi senyawa lipid yang lebih kompleks, sedangkan monogastrik hanya dapat memanfaatkan trigliserida saja.

Pada monogastrik, trigliserida dikonversi menjadi monogliserida lalu menjadi asam lemak bebas dan gliserol, membentuk misel dan masuk ke pembuluh darah. Menjadi kilomikron dalam bentuk trigliserida lalu ke limpa atau asam lemak rantai pendek dan menengah langsung ke portal darah. Pada ruminansia, lesitin dikonversi menjadi isolesitin, bercampur dengan partikel digesta dan garam-garam empedu membentuk misel lalu kepembuluh darah, membentuk kilomikron baik trigliserida, lesitin dan lipoprotein masuk ke limpa. Tidak ada asam lemak rantai pendek atau menengah yang langsung ke portal darah.

Pakan hijauan dan biji-bijian umumnya benbentuk lemak tidak jenuh. Hidrolisis lipid yang teresterifikasi oleh lipase asal mikroba akan membebaskan asam-asam lemak bebas, sehingga galaktosa dan gliserol akan difermentasi manjadi VFA. Asam lemak tak jenuh (linoleat dan linolenat) akan dipisahkan dari kombinasi ester, dihidrogenasi oleh bakteria menghasilkan asam monoenoat (pertama) dan asam streatat (terakhir). Sebagian besar asam lemak esensial akan rusak oleh proses biohidrogenasi, namun lemak tidak mengalami defisiensi. Sebagian kecil asam lemak esesnsial yang lolos dari proses di dalam rumen tersebut sudah dapat memenuhi kebutuhan ternak.

Mikroba rumen juga mampu mensintesa beberapa asam lemak rantai panjang dari propionat dan asam lemak rantai cabang dari kerangka karbon asam-asam amino valin, leusin dan isoleusin. Asam-asam lemak tersebut akan diinkorporasi ke dalam lemak susu dan lemak tubuh manusia. Kebanyakan lipid ruminan masuk ke duodenum sebagai asam lemak bebas dengan kandungan asam lemak jenuh yang tinggi. Monogliserida yang dominan pada monogastrik, pada ruminan akan mengalami hidrolisis di dalam rumen sehingga sangat sedikit terdapat pada ruminan.

Ternak ruminansia yang masih muda mempunyai kemampuan untuk mengkonversi glukosa menjadi asam-asam lemak, namun ketika rumen berfungsi kemampuan itu hilang san asetat menjadi sumber karbon utama yang digunakan untuk mensintesis asam-asam lemak. Asetat akan didifusi masuk ke dalam darah dari rumen dan dikonversi di jaringan menjadi asetil-CoA, dengan energi yang berasal dari perubahan ATP menjadi AMP. Jalur ini terjadi di tempat penyimpanan lemak tubuh yaitu jaringan adiposa (di bawah kulit, jantung dan ginjal). Konversi asetil-CoA menjadi asam-asam lemak rantai panjang sama terjadinya antara ruminan dan monogastrik.

Lemak akan mengalami proses hidrolisis dan oksidasi, yang mana lebih lanjut akan mengalami ketengikan. Degradasi hidrolisis dari lemak menjadi asam-asam lemak dan gliserol merupakan hasil kerja dari enzim lipase namun jika terjadi ketengikan hidrolisis tidak akan mengurangi nilai gizi namun kurang disukai manusia. Sedangkan jika terjadi proses oksidasi akan menimbulkan ketengikan oksidatif dimana nilai gizi akan berubah, kandungan asam-asam lemak akan rusak.

1 Comment

  1. mba, ko ga ada dapusnya yaaaa…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: