Beberapa Istilah Dalam Proses Pembuatan Pakan

Beberapa Istilah Dalam Proses Pembuatan Pakan

ü   Basic Feed

Basic feed adalah bahan pakan dasar yang dapat umumnya ditambahkan ke dalam pakan (Pathak, 1997).

ü   Suplementary Feed (Pakan Suplemen)

Feed suplement merupakan makanan pelengkap terdapat bahan bergizi tertentu yang dimasukkan ke adalam ransum sebagai tambahan sampai suatu konsentrasi optimum dan keseimbangan zat-zat makanan (Anggorodi, 1985).

ü   Complete Feed (Ransum Komplit)

Complete feed yaitu ransum ayam (ternak pada umumnya) yang telah memenuhi segala kebutuhan ayam sesuai dengan umur ayam tersebut (Rasyaf, 2003).

ü   Antibiotik

Antibiotik merupakan komponen kimia yang diproduksi secara biologi oleh tumbuhan atau mikroorganisme, biasanya fungi yang bersifat bakteriostatik dan bakteriosidal (Lesson dan Summers, 2000).

ü   Artificially dried

Artificially dried merupakan proses penguapan dengan cara menghilangkan kadar air bahan pakan (Pathak, 1997).

ü   Blending

Blending merupakan proses pencampuran atau kombinasi dua atau lebih bahan pakan (Pathak, 1997).

ü   Blocking (Membentuk Balok)

Blocking merupakan proses terjadinya aglomerasi pada suatu bahan pakan atau campuran ke dalam tempat yang luas (Pathak, 1997).

ü   Cleaning

Cleaning merupakan suatu proses pemindahan pada bahan baku pakan dengan metode tersebut, seperti scalping aspirating, magnetic sepation atau dengan banyak metode lain (Pathak, 1997).

ü   Condensing

Condesing ialah sebuah proses mengurangi kepadatan bentuk dengan cara pemindahan dengan penguapan dingin (Pathak, 1997).

ü   Conditioning

Conditioning yaitu proses merubah ransum mash pada saat dicampur (mixing) dengan menggunakan panas,air, tekanan dan waktu untuk keadaan fisik yang memudahkan pemadatan ransum (Thomas et al., 1996). Proses conditioning dalam pembuatan pakan khususnya peleet dapat meningkatkan kualitas fisik dan nutrisi pakan yang diproduksi (Thomas et al., 1997). Conditioning merupakan proses penambahan steam pada pakan untuk meningkatkan panas dan kadar air (Khalil dan Suryahadi, 1997).

ü   Cooling (Pendinginan)

Cooling adalah proses pendinginan untuk mengurangi temperatur dengan pemindahan udara. Pendinginan diperlukan untuk menurunkan kadar air dan panas setelah pencetakan,misalnya pembuatan pellet (Pathak, 1997).

ü   Cooking (Pemanasan)

Cooking memiliki pengertian proses pemanasan dengan adanya uap air untuk mengubah karakteristik kimia maupun fisik dan sebagai proses sterilisasi (Pathak, 1997).

ü   Crumble

Crumble adalah ransum berbentuk pellet yang dipecah menjadi 2 atau 3 bagian dengan tujuan untuk memperkecil ukurannya agar dapat dimakan oleh ternak (Alamsyah, 2005). Crumble adalah tipe ransum yang dihasilkan dari campuran bahan pakan pada mesin pellet dan kemudian pellet tersebut dihancurkan dengan ukuran lebih kasar daripada mash (Johan et al., 2005).

ü   Cube

Cube merupakan bentuk fisik dari pellet. Pellet merupakan pakan yang dipadatkan dengan proses mekanik. Pellet dapat dicetak dalam bentuk gumpalan dan silinder kecil yang berbeda diameter panjang dan tingkat kekuatannya (Pathak, 1997).

ü   Cracking

Cracking yaitu proses memperkecil ukuran partikel dengan kombinasi proses memecahkan dan menghancurkan (Pathak, 1997).

ü   Dehulling

Dehulling ialaha kegiatan menghilangkan pembungkus (lapisan) biji-bijian menjadi bungkil(Pathak, 1997).

ü   Dehidrating

Dehidrating meruapakan proses memlepaskan uap lembab dengan cara pemanasan (Pathak, 1997).

ü   Diluent

Diluent yaitu (suatu bentuk fisik) substansi yang dapat dimakan yang digunakan untuk dicampurkan dengan menguarangi konsentrasi dari nutrien atau additives untuk membuat pakandapat diterima atau dikonsumsi ternak, amam digunakan dan lebih dapat dihomogenkan dalam pakan (Pathak, 1997).

ü   Dressing

Dressing merupakan suatu proses membuat keseragaman dalam bentuk (tekstur) dengan memisahkan atau menyaring bongkahan/ gumpalan/ potongan pakan dengan penggunaan cairan (Pathak, 1997).

ü   Dry Milled

Dry milled artinya suatu pengolahan dengan cara penggilingan kering (Pathak, 1997).

ü   Expanding

Expanding adalah  proses yang mempermasalahkan kelembaban, tekanan, dan temperatur untuk menggumpalkan yaitu proses gelatinisasi (Pathak, 1997).

ü   Evaporating

Evaporating merupakan suatu proses mengurangi untuk membentuk padatan, konsentrasi pemekatan dengan evaporasi atau destilasi (Pathak, 1997).

ü   Extruded

Extruded adalah proses dimana pakan telah ditekan atau menonjol keluar karena terdesak dibawah tekanan (Pathak, 1997).

ü   Extracted

Extracted  yaitu proses memindahkan lemak dan minyak dari materi oleh pelarut organik (Pathak, 1997).

ü   Grinding (Penggilingan)

Grinding (penggilingan) adalah proses penghancuran dan pengecilan bentuk maupun ukuran partikel bahan baku yang bertujuan untuk mempermudah penanganan, meningkatkan keseragaman pakan sehingga homogenitas pencampuran semakin tinggi, luas permukaan daerah penyerapan air meningkat, dan pemadatan bahan tinggi sehingga memperkecil volume ruang penyimpanan (Pathak, 1997).

ü   Middling

Middling artinya proses pembentukan pakan berukuran sedang.

ü   Mixing

Mixing merupakan proses pencampuran atau mengkombinasikan dengan menggerakkan 2 atau lebih materi untuk tingkat penyebaran yang spesifik (Pathak, 1997).

ü   Pelleting

Pelleting merupakan suatu proses menggumpalkan bahan pakan dengan memadatkan dan memaksa apakan melewati lubang die (Pathak, 1997).

ü   Premixing

Premixing artinya suatu proses dimana sebelum pencampuran bahan baku pakan.

ü   Rolling

Rolling merupakan suatu proses merubah bentuk atau ukuran partikel dengan menekan diantara 2 roller. Hal ini mungkin memerlukan cara melembutkandan persyaratan atau persiapan (Pathak, 1997).

ü   Scalping

Scalping adalah proses memindahkan materi yang lebih besar dengan pemeriksaan atau penyaringan (Pathak, 1997).

DAFTAR PUSTAKA

Anggorodi, R.H. 1995. Nutrisi Aneka Unggas. PT Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

Alamsyah,R. 2005. Pengolahan Pakan Ayam dan Ikan Secara Modern. Penebar Swadaya, Jakarta.

Echols, J.M. dan Hasan Shadily. 2000. Kamus Inggris Indonesia. PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Johan,M.S., M. Asaduzzaman and A.K. Sarkar. 2006. Performance of broiler fed on mash, pellet and crumble. Int. Journal Poultry Sci. 5 (3) ; 265-270.

Khalil dan Suryahadi. 1997.Pengawasan Mutu dalam Industri Pakan Ternak.Majalah Poultry Indonesia. Edisi 213 (November): 45-62.

Leeson, S. and J.D. Summers. 2000. Broiler Breeder Production.University Books. Guelph, Ontorio, Canada.

Pathak, N. 1997. Textbook of  Feed Processing Technology Manufacturing Association, Inc. Arlington, Virginia.

Rasyaf, M. 2003. Beternak AyamPedaging. Cetakan ke-23.PT Penebar Swadaya, Jakarta.

Thomas, M and A.F.B. Van Der Poel. 1996. Physical quality of pelleted animal feed 1.Criteria for pellet quality. Animal Feed Sci. Tech. 61:89-112).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: