laporan industri pakan tan -pengukuran kadar air

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Salah satu kendala dalam penyediaan pakan yang berkualitas adalah sangat beragamnya kualitas bahan pakan yang tersedia. Banyak hal yang mempengaruhi keadaan tersebut seperti faktor bervariasinya komoditas yang ditanam, kondisi tanah, ada tidaknya pemupukan, musim dan waktu panen yang berbeda. Faktor-faktor pembeda kualitas ini memicu beragamnya kualitas bahan pakan tersebut. Salah satunya adalah kadar air dari bahan pakan.

Kadar air di dalam suatu bahan pakan menunjukan banyak tidaknya jumlah air yang terikat di dalam jaringan tumbuhan tersebut. Kadar air sangat menentukan dalam hal teknik dan lama penyimpanan suatu bahan pakan. Bahan pakan yang mempunyai kadar air yang tinggi merupakan tempat yang cocok untuk mikroorganisme berkembang biak. Penyimpanan bahan baku pakan menghendaki kadar air yang rendah dengan kisaran 12-15%. Hal ini bertujuan untuk menghindarkan paparan mikroorganisme yang dapat mengkontaminasi bahan pakan yang selanjutnya dapat merugikan industri peternakan yang memakain pakan tersebut.

Banyak metode yang telah berkembang untuk mengukur kadar air suatu bahan pakan. Salah satu metode yang paling sering digunakan oleh masyarakat adalah dengan membandingkan bobot segar dengan bobot setelah mengalami penjemuran atau pengovenan. Cara lain yang efektif dan efisien untuk menghitung kadar air adalah menggunakan alat Rika meter yang dapat menentukan kadar air suatu bahan secara singkat.

Tujuan

Mengetahui kadar air yang terkandung pada berbagai macam bahan baku pakan ternak.

Materi dan Metode

Pengukuran Kadar Air Menggunakan Rika Moisture Meter

Alat dan Bahan

Bahan yang digunakan untuk pengukuran kadar air menggunakan rika moisture meter diantaranya jagung, kacang tanah, kacang hijau, pellet indigofera besar, kecil dan besar, serta ketan putih.

Cara Kerja

Bahan yang akan diukur kadar airnya dimasukan kedalam rika moisture meter, kemudian kencangkan bagian penutup dari rika meter. Baca hasil pengukuran sesuai dengan angka yang ditunjukan jarum penunjuk dan sesuaikan dengan faktor koreksi. Keluarkan bahan yang sudah diukur kadar airnya dan bersihkan kembali rika meter yang sudah digunakan.

  1. A. Uji Kadar Air Menggunakan Oven

Alat dan Bahan

Bahan yang digunakan untuk pengukuran kadar air menggunakan oven dan timbangan. Bahan yang dipakai diantaranya jagung, kacang tanah, kacang hijau, pellet indigofera besar, kecil dan besar, serta ketan putih.

Cara Kerja

Bahan yang akan diukur kadar airnya ditimbang terlebih dahulu. Jika sampel dalam keadaan segar hendaknya dilayukan terlebih dahulu sampai kadar air mencapai 60% dengan menggunakan bantuan sinar matahari. Setelah layu, bahan tersebut dioven selam 24 jam atau sampai beratnya stabil. Bandingkan berat awal sebelum pengeringan dengan setelah pengeringan.

Pembahasan

Kadar air dari suatu bahan pakan merupakan salah satu indikator kualitas dari suatu bahan pakan. Kadar air suatu bahan pakan akan sangat menentukan dalam hal teknis penyimpanan, penanganan dan pengolahan menjadi pakan. Bahan pakan yang mengandung kadar air yang lebih tinggi umumnya akan lebih rentan terkena kontaminasi mikroorganisme seperti jamur yang dapat menurunkan daya guna dari suatu bahan pakan tersebut.

Dari ke tujuh bahan pakan yang diujikan memiliki kisaran kandungan kadar air sebesar 12-15%. Hal ini dikarenakan karena karakteristik dari ke tujuh bahan pakan tersbut berbeda-beda, sebagian dalam bentuk bijian dan sebagian yang lainnya dalam bentuk pakan olahan berupa pellet. Kadar air pada bahan pakan bentuk bijian memiliki kisaran kadar air sebesar 12-13,5% dengan kandungan kadar air terendah sebesar 11% dan tertinggi 13,5%. Komoditas kacang hijau dan kacang tanah memiliki tingkat kadar air yang lebih rendah dibandingkan bahan lainnya hal ini diduga karena susunan air yang terkandung dalam bijian tersebut mudah menguap.

Untuk pakan olahan berupa pellet aneka bentuk mulai dari yang besar, sedang dan kecil memiliki kadar air antara 11,0-14,7%. Berdasarkan pengukuran dengan menggunakan rika meter, pellet indigofera berukuran sedang memilik kadar air yang tertinggi dibanding pellet lainnya. Hal ini diduga karena pellet tersbut berasal dari bahan baku yang memiliki kadar air yang tinggi, pada saat pembentukan pellet kandungan air pada bahan tersebut tinggi atau juga karena proses dan penyimpanan yang tidak baik sehingga mengakibatkan pellet tersebut memiliki jumlah kadar air yang lebih tinggi juga.

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil pengamatan dapat disimpulkan bahwa bahan pakan yang mempunyai kadar air yang tinggi akan memiliki kemungkinan terkontaminasi mikroorganisme merugikan lebih besar dibandingkan yang kadar airnya rendah. Kadar air pada suatu bahan pakan juga berpengaruh terhadap teknik penyimpanan, pengeringan dan pengolahan menjadi pakan,

2 Comments

  1. icha

    kakak, makasih yašŸ™‚
    tulisannya berguna banget

  2. Uul Miftahul Ulya

    thanks ka, tpi kurang tinpusnyašŸ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: