Mengatasi heat stress pada broiler

Mengatasi heat stress pada broiler

Heat stress atau cekaman panas merupakan respon fisiologis, biokimia dan tingkah laku terhadap faktor fisik, kimia dan biologis lingkungan. Ayam akan mengalami stress jika mengalami perubahan lingkungan yang ekstrim, seperti peningkatan tempratur lingkungan atau pada saat toleransi terhadap lingkungan menjadi rendah. Stress merupakan ungkapan umum ternak tentang penyesuaian fisiologis dan perilaku seperti perubahan denyut jantung, respirasi, tempratur dan tekanan darah jika ternak mengalami kondisi yang merupakan stressor baginya.

Stres yang terjadi pada unggas di daerah tropis salah satunya disebabkan oleh tingginya tempratur lingkungan dan berpengaruh negatif terhadap ternak. Kerugian yang ditimbulkan dari heat stres sangat besar karena dapat menurunkan produksi dan meningkatkan angka mortalitas. Kejadian heat stres pada broiler pada umumnya mulai terjadi pada saat umur 3 minggu. Pada saat tempratur lingkungan tinggi broiler sulit mengatur tempratur tubuhnya.

Hormon tiroksin dan kelenjar thyroid merupakan hormon utama dalam metabolisme dan mekanisme panas karena peranannya dalam merangsang metabolisme pada tingkat sel di dalam tubuh. Peningkatan konsentrasi kedua hormon tersebut dalam darah akam memicu penggunaan oksigen yang lebih tinggi karena tingginya proses metabolisme yang akan meningkatkan produksi panas dalam tubuh. Hal tersebut disebabkan karena penggunaan karbohidrat, peningkatan katabolisme protein dan oksidasi ternak yang terjadi secara berlebihan.

Apabila unggas berada pada ligkungan bersuhu tinggi, maka ternak akan mengalami heat stress, karena mendapatkan panas dari luar dan tidak dapat menyalurkan panas tubuh yang berlebihan dikarenakan udara lingkungan yang panas. Heat stres menyebabkan penghambatan keluarnya tiroksin realising hormon (TRH) dari hipotalamus, sehingga terhambat pula keluarnya tiroksin stimulating hormon (TSH) dari anteriot pituitary dan menyebabkan sekresi T3 dan T4, sehingga proses metabolisme berjalan dengan taraf yang mencukupi.

Pada saat broiler mengalami stres panas, broiler akan mengalami hyperthermia yang akan menyebabkan panting (terengah-engah). Intensitas respirasi akan meningkat hingga lebih dari 20 kali lipat. Hal ini akan mempengaruhi keseimbangan asam basa dalam darah. Pada saat panting broiler akan banyak kehilangan CO2 dan derajat keasaman darah akan menjadi lebih basa. Kondisi ini akan mengakibatkan terhambatnya proses penangkapan oksigen oleh darah merah ayam. Stres panas akan mengganggu proses konversi vitamin D3 menjadi bentuk aktifnya. Bentuk aktif dari D3 sangat penting untuk proses regulasi kalsium. Sintesa asam askorbat atau vitamin C yang membantu dalam proses pembentukan tropocollagen menurun.

Heat stres akan menyebabkan terjadinya produksi radikal bebas yang berlebih yang akan merusak membran sel. Organ seperti hati akan mengalami gangguan dalam integritas membran selnya sehingga terjadi gangguan dalam pembentukan ATP dan metabolisme sel. Disfungsi hati akan menyebabkan pecahnya pembuluh darah pada hati (pendarahan pada hati).

Hal lain yang disebabkan karena adanya heat stres adalah munculnya kondisi imunosupresi. Hal ini akan meningkatkan sensitifitas ayam broiler terhadap infeksi kuman. Pada Musim kemarau atau musim pancaroba terjadi peningkatan jumlah partikel debu. Partikel debu merupakan media untuk penyebaran kuman seperti E.Coli. Setiap gram debu mengandung lebih dari 105(pangkat lima) partikel E.Coli. Sehingga peluang kasus penyakit infeksi pernafasan semakin tinggi. E.Coli dapat menyebabkan infeksi sekunder pada saluran pernapasan yang masuk pada ke dalam tubuh ayam pada saat panting karena heat stress.

Strategi manajemen nutrisi untuk mengatasi stres panas bisa dilakukan dengan memperhatikan pengaturan beberapa hal dibawah ini :

  1. Air minum
  2. Kandungan energi dan protein dalam pakan
  3. Kandungan vitamin dalam pakan dan air
  4. Perubahan dalam praktek pemberian pakan
  5. Waktu pemberian pakan
  6. Penambahan Feed Additve

Air minum

Lebih dari 70% produksi panas pada saat heat stres dikeluarkan melalui panting. Ketersedian air selama ternak mengalami heat stres sangat penting. Beberapa penelitian menyebutkan suhu air yang lebih dingin akan memberikan manfaat yang lebih untuk ternak dalam mengatasi heat stres. Pada saat heat stres ternak cendrung akan lebih banyak mengkonsumsi air dibandingkan dengan pakan. Hal ini akan menyebabkan feses ayam akan lebih basah dan litter akan menjadi cepat basah.

Energi pakan

Kondisi lingkungan yang lebih panas akan menyebabkan penurunan konsumsi energi dalam pakan karena ayam akan lebih mengkonsumsi air untuk mendinginkan tubuhnya. Ketika tempratur lingkungan meningkat diatas 210 C, kebutuhan maintenance menurun 30 kcal/hari. Walaupun kebutuhan energi maintenance tendah pada tempratur tinggi, banyak energi yang terbuang untuk menghilangkan panas. Formula pakan dengan tingkat kepadatan nutrisi (density) tinggi agar dapat memebuhi kebutuhan nutrisi dari ternak tersebut.

Protein dan asam amino

Kebutuhan protein dan asam amino tegantung tempratur lingkungan, sekalipun kebutuhan protien terpenuhi, heat stres akan mempegaruhi performa ayam. Konsumsi protein di atas kebutuhan atau program pemberian pakan dengan asam amino tidak seimbang meningkatkan katabolisme dan mengakibatkan produksi panas ditandai dengan meningkatnya produksi panas. Pengurangan protein pakan dengan suplementasi yang cocok dari asam amino sintesis juga merupakan jalan untuk mengurangi pembentukan panas. Suplementasi metionin hydroxyl analog lebih baik dibanding DL-methionin pada ayam yang mengalami heat stres karena dapat diserap secara langsung melalui difusi pasif karena tidak memerlukan energi.

Vitamin

Penambahan vitamin C, A, E dan D3 disarankan untuk menanggulangi efek yang timbul karena heat stres. Tempratur tinggi juga mempengaruhi metabolisme secara keseluruhan dan kerusakan oksidatif membran sel sehingga memburuhkan nutrisi seperti vitamin C (sebagai antioksidan) dan memperbaiki kondisi tubuh. Dosis vitamin C sebesar 200 ppm/kg pakan mampu mengahasilkan performa ayam yang lebih baik selama heat stres. Boitin dapat ditambahkan untuk mengurangi gangguan metabolik seperti fatty liver dan kidney sindrom selama musim panas. Vitamin E dengan dosis 250 mg/kg pakan pada kondisi heat stres dapat mengurangi kerusakan oksidatif.

Elektrolit dan buffer

Panting mengakibatkan peningkatan kehilangan CO2 secara berlebihan sehingga pernafasan menjadi alkalosis. Perubahan keseimbangan elektrolit dapat mengurangi laju pertumbuhan broiler. Untuk melindungi hal ini diperlukan pemberian larutan elektrolit (anion-kation) dalam formula pakan. Suplementasi sodium bicarbonat (NaHCO3) 0,5% atau 0,3% -1% ammonium chloride (NH4Cl) dapat mengurangi dampak negatif heat stres.

Sumber : majalah poultry indonesia

2 Comments

  1. makasih infonya,.,
    salam blogger

  2. Untuk mengatasi heat stres pada ternak ayam broiler, silahkan berkunjung ke http://www.aosfarm.blogspot.com/kasan-vit.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: