Keanekaragaman Ayam Lokal

Keberadaan ayam lokal sepertinya belum dapat tergantikan oleh yang lain. Baik dalam hal konsumsi maupun sebagai unggas hias (karena suara dan bulunya yang indah), ayam lokal ini memiliki penggemarnya tersendiri. Indonesia sebagai negara yang berkepulauan ternyata menyimpan kekayaan yang beraneka ragam. Salah satu kekayaan tersebut ialah keanekaragaman plasma nutfah ayam lokal yang tersebar di setiap wilayah di Indonesia.

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti dari Balai Penelitian Ternak, Ciawi, menyebutkan bahwa Indonesia memiliki 15 jenis plasma nutfah ayam lokal yang keberadaannya benar-benar asli Indonesia. Ke 15 jenis ayam tersebut di antaranya ialah ayam Cemani, ayam Kapas, ayam Pelung, ayam Arab Golden, ayam Merawang, ayam Arab Silver, ayam Kedu, ayam Kedu Putih, ayam Kate, ayam Gaok, ayam Sentul, ayam Wareng, ayam Tolaki, ayam Kalosi, ayam Nunukan. Namun, diluar itu masih banyak jenis ayam lokal yang dimiliki oleh negeri tercinta ini. Akankah keanekaragaman ayam lokal tersebut akan punah begitu saja atau bahkan diakui sebagai milik negara lain?

Keberadaan ayam lokal selama ini sekedar untuk konsumsi para hobiis yang sangat menyukai akan keindahan bulu atau bahkan keindahan suara yang dimiliki oleh ayam lokal tersebut. Seperti halnya ayam Ketawa yang berasal dari Kalimantan Timur dan ayam Pelung yang berasal dari Jawa Barat ini dibudidayakan karena keindahan suara. Namun, saat ini terlah banyak pula yang mengembangkan budidayanya untuk konsumsi daging dan telur dari ayam lokal tersebut.

     Ayam lokal mempunyai nilai gizi yang baik. Selain itu juga mempunyai rasa yang lebih khas dan nikmat dibanding dengan jenis ayam pedaging maupun petelur. Serat yang liat dan kenyal menjadi ciri utamaya. Bahkan setiap lebaran ayam kampung identik dengan berbagai macam masakan. Ayam lokal mempunyai keistimewaan dibanding yang lain, di antaranya : Ayam lokal lebih tahan terhadap penyakit dan mudah menyesuaikan dengan cuaca di Indonesia. Selain itu pakan yang diperoleh pun mudah, bahkan bisa dipelihara ala kadarnya. Tujuan utama orang memelihara ayam kampung adalah untuk diambil telur, daging, dan untuk dikembangbiakkan.

     Mengingat preferensi konsumen ayam lokal yang sangat spesifik dan potensi genetik yang tidak mampu menyamai produktivitas ayam ras, maka tujuan pengembangan unggas lokal bukan untuk mengganti 100% produksi yang berasal dari ayam ras. Sehingga ayam lokal tidak bisa menggantikan ayam ras namun saling melengkapi untuk mencukupi kebutuhan protein hewani. Dengan kata lain, penyediaan dan permintaan dapat diseimbangkan dalam rangka menjaga kestabilan harga yang akhirnya dapat memberikan keuntungan yang memadai bagi masyarakat yang bergerak di bidang agribisnis ayam lokal.

     Unggas lokal akan lebih berperan dalam pembangunan peternakan di masa depan, khususnya dalam pemenuhan protein hewani. Kecenderungan peningkatan kontribusi daging unggas dari 20% (1970) menjadi 65% (2008) dan di antaranya 16,3% dari unggas lokal. Hal ini disebabkan semakin tingginya produksi daging unggas sejalan meningkatnya industri perunggasan nasional. Fakta empirik sensus pertanian BPS tahun 2003 bahwa 100% RTP yang memelihara unggas, 98,5% nya memelihara unggas lokal. Pola konsumsi masyarakat terus berubah ke arah pangan organik dan sehat.

     Pengembangan ayam lokal sampai saat ini masih terdapat banyak hambatan. Ketersediaan bibit yang belum mencukupi dari aspek kualitas dan kuantitas, belum optimalnya pemanfaatan sumber daya pakan lokal, kurangnya modal usaha dan terbatasnya akses kepada kelembagaan keuangan menjadikan usaha beternak ini tarik ulur. Tak hanya itu, tingkat kepemilikan yang masih di bawah skala ekonomis (<300 ekor induk/peternak), juga belum terbentuknya lembaga atau kelompok peternak yang merata di seluruh provinsi dan kabupaten/kota.

sumber : www.poultryindonesia.com.

1 Comment

    Trackbacks

    1. Local Chicken Diversity « Intannursiam's Blog

    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s

    %d bloggers like this: