Tumbuhan herbal sebagai alternative supplement pakan

Phytogenic atau Phytobiotik adalah imbuhan pakan yang berasal dari produk turunan tanaman yang  digunakan dalam pakan ternak yang bertujuan untuk meningkatkan performa dari ternak tersebut (Windisch et al., 2008). Zat aktif yang berasal dari tanaman obat pada umumnya ditemukan dalam bentuk metabolit sekunder. Satu tanaman obat biasanya menghasilkan lebih dari satu jenis metabolit sekunder (phytoalexins, asam organik, minyak atsiri dan antioksidan) sehingga dalam satu tanaman obat memungkinkan untuk memiliki lebih dari satu efek farmakologi. Kombinasi beberapa jenis bahan aktif menunjukan efektifitas kerja yang lebih tinggi dibandingkan penggunaan bahan aktif tunggal (Ulfah, 2006).

Efek farmakologi yang dimiliki masing-masing komponen senyawa kimia dapat saling mendukung satu sama lain (sinergis) untuk mencapai efektifitas pengobatan tetapi juga dapat berlawanan (kontradiksi). Dalam formulasi ramuan untuk tujuan tertentu harus dibuat setepat mungkin agar tidak menimbulkan kontra indikasi bahkan harus dipilih jenis ramuan yang saling menunjang terhadap efek yang dikehendaki. Suatu formulasi ramuan seharusnya terdiri dari 1) komponen utama sebagai unsur pokok dalam tujuan pengobatan, 2) unsur pendukung, 3) unsur yang membantu menguatkan efek, dan 4) unsur pelengkap atau penyeimbang dalam formulasi (Ulfah, 2006).

Beberapa tumbuhan herbal yang telah diuji terbukti dapat memperbaiki kualitas dari ternak yang dibudidayakan. Namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan herbal sebagai supplement pakan yaitu kualitas dari herbal yang digunakan (umur, waktu panen, penanganan pasca panen), cara ekstraksi yang digunakan, efektivitas bahan aktif dan zat antinutrisi yang terdapat dalam bahan herbal tersebut.

 

Ulfah, M. 2006. Potensi Tumbuhan Obat Sebagai Fitobiotik Multi Fungsi Untuk Meningkatkan Penampilan dan Kesehatan Satwa di Penangkaran. Med. Kons. 11: 109-114.

Windisch, W., Schedle, K., Plitzner C. & Kroismayr, A. 2008. Use of phytogenic products as feed additives for swine and poultry. J. Anim. Sci. 86:E140-E148.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: