Panduan Meenyusun Pakan Ayam Kampung (Ayam Buras)

Bisnis peternakan sudah terbukti sebagai bisnis yang tahan terhadap akan krisis. Permintaan akan komoditas peternakan mengalami peningkatan yang tajam setiap tahunnya, disisi lain kemampuan produsen untuk memenuhi permintaan terbatas. Hal tersebut merupakan sebuah peluang bisnis yang menggiurkan karena ada gap antara permintaan dan ketersediaan yang cukup besar.

Dewasa ini daging ayam, telur & produk olahannya sepeti nugget, bakso, sosis menjadi bagian dari menu makanan sehari-hari masyarakat Indonesia. Konsumsi daging & telur terus dikampanyekan untuk meningkatkan jumlah komsumsi protein hewani per kapita per tahun, perlu diketahui bahwa negara kita Indonesia konsumsi protein hewaninya masih dibawah negara-negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, Thailand bahkan lebih rendah dibanding Vietnam.

Untuk memenuhi kebutuhan daging ayam, ayam broiler (ayam negri) menjadi tumpuan utama karena memiliki beberapa keunggulan seperti memiliki tingkat pertumbuhan yang cepat dan umur panen yang singkat (30-35 Hari). Kekurangan dari ayam broiler adalah rentan terkena penyakit yang timbul dari stress atau serangan bakteri dan virus yang mengganggu pertumbuhan ayam. Untuk mengatasi hal tersebut biasanya para produsen pakan atau peternak menambahkan zat antibiotik untuk memacu pertumbuhan ayam. Berdasarkan penelitian terakhir diketahui bahwa penggunaan zat antibiotika sebagai pemacu pertumbuhan dapat menyebabkan resistensi terhadap antibiotik dan munculnya strain bakteri baru yang kebal terhadap antibiotik.

Ayam kampung atau ayam buras merupakan uggas lokal yang bisa dimanfaatkan dagingnya untuk dikonsumsi. Tekstur dan rasa daging yang khas membuat ayam kampung menjadi favorit hidangan ketika hari raya. Ayam kampung lebih sehat karena pada umumnya ayam kampung dipelihara dengan sistem umbar jadi ayam memilih makanannya sendiri dan terbebas dari paparan zat-zat kimia pemacu pertumbuhan. Ayam kampung juga lebih tahan terhadap penyakit dibandingkan dengan ayam broiler ini karena ayam kampung lebih tahan terhadap stress dan sudah beradaptasi dengan iklim Indonesia.

Kelemahan dari sistem pemeliharaan ayam kampung sekarang adalah belum banyak peternak yang menerapkan sistem peternakan intensif untuk menghasilkan ayam kampung yang berkualitas. Dari segi bibit belum banyak orang yang secara komersil menghasilkan ayam ayam umur sehari (DOC) ayam kampung. Dari segi pakan belum banyak pabrik pakan menyediakan pakan khusus untuk ayam kampung karena jumlah peternak yang membudidayakan ayam kampung secara intensif.

Ayam kampung menjadi tumpuan harapan serta peluang bisnis untuk memenuhi kebutuhan daging ayam sehat bagi masyarakat Indonesia. Sudah saatnya peternakan ayam kampung dilirik sebagai sebuah usaha yang menggiurkan karena kondisi saat ini permintaan akan daging ayam kampung semakin hari semakin bertambah sementara suplay yang tersedia sangat terbatas. Penerapan manajemen pemeliharaan modern seperti yang selama ini diterapkan pada budidaya ayam kampung perlu diadopsi seperti mengandangkan ayam jadi ayam tidak diumbar, pemberian pakan yang sesuai untuk mencukupi kebutuhan nutrisi ternak, penggunaan obat-obat yang tepat untuk meningkatkan kesehatan ayam kampung supaya dapat berproduksi dengan baik.

Untuk pakan ayam kampung kita bisa membuatnya dengan campuran pakan ayam broiler finisher atau konsentrat ayam petelur fase produksi. Ayam kampung membutuhkan protein kasar sekitar 14% untuk dapat berproduksi secara maksimal. Selain protein, ayam kampung juga membutuhkan kalsium sekitar 3.5% untuk memunjang pertumbuhan kerangka sebagai tempat melekatnya daging. Berikut simulasinya :

POLA 1 % PENGGUNAAN % PROTEIN % KALSIUM % PROTEIN CAMPURAN %KALSIUM CAMPURAN
PAKAN BROILER FASE FINISHER 50 21 1 10,5 0,21
JAGUNG 20 8 0,1 1,6 0,008
DEDAK PADI 20 12 0,2 2,4 0,024
KAPUR/LIMESTONE/CaCO3 10 0 35 3,5
TOTAL 100 14,5 3,742
POLA 2 % PENGGUNAAN % PROTEIN % KALSIUM % PROTEIN CAMPURAN %KALSIUM CAMPURAN
KONSENTRAT AYAM PETERLUR 22.5 35 10 7.875 2.25
JAGUNG 48.5 8 0.1 3.88 0.0485
DEDAK PADI 25 12 0.2 3 0.05
KAPUR/LIMESTONE/CaCO3 4 0 35 1.4
TOTAL 100 14.755 3.749

 

 

Selamat mencoba….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: