Panduan Membuat Pakan Ayam Petelur – Selfmix Konsentrat

pada tulisan ini saya akan mengupas tentang selfmix pada usaha peternakan ayam peterlur. Tulisan ini saya dedikasikan untuk semua peternak Indonesia.

Telur merupakan salah satu sumber protein hewani yang murah, mudah didapat & bergizi. Beberapa unggas dibudidayakan untuk diambil telurnya seperti ayam, puyuh dan bebek. Ayam petelur yang dibudidayakan di Indonesia pada umumnya berstrain ISA BROWN atau Hi-Line. Selain ayam ras, ayam kampung seperti ayam merawang juga dibudidayakan untuk diambil telurnya.

Pada prakteknya, budidaya ayam petelur terbagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok yang menggunakan pakan komplit dan kelompok yang mencampur pakan sendiri (Selfmix). Kelompok peternak yang mencampur pakan sendiri (selfmix) biasanya mencampurkan konsentrat pabrikan dengan sumber energi seperti jagung dan dedak padi. Konsentrat yang digunakan pada umumnya memiliki kandungan protein kasar berkisar antara 33%-37%.

Ada tiga pola dasar yang sering digunakan dalam membuat campuran konsentrat, jagung & dedak untuk memenuhi kebutuhan nutrisi ayam petelur agar dapat berproduksi secara maksimal, berikut rinciannya :

  1. 40% Konsentrat : 40% Jagung : 20% Dedak Padi
  2. 30% Konsentrat : 50% Jagung : 20% Dedak Padi
  3. 35% Konsentrat : 50% Jagung : 15% Dedak Padi

Mari kita simulasi pola mana yang terbaik untuk dipakai pada ayam petelur fase produksi, target kita adalah membuat campuran pakan ayam petelur dengan protein kasar 18%. Konsentrat yang kita gunakan memiliki protein kasar 35% dengan harga Rp. 7000,- , Jagung memiliki protein kasar 8% dengan harga Rp. 3500,- dan Dedak Padi memiliki protein kasar 12% dengan harga Rp. 2500,-.

POLA 1 % PENGGUNAAN HARGA (RP) % PROTEIN % PROTEIN CAMPURAN HARGA CAMPURAN
KONSENTRAT 40 7000 35 14 2800
JAGUNG 40 3500 8 3,2 1400
DEDAK PADI 20 2500 12 2,4 500
TOTAL 100 19,6 4700
POLA 2 % PENGGUNAAN HARGA (RP) % PROTEIN % PROTEIN CAMPURAN HARGA CAMPURAN
KONSENTRAT 30 7000 35 10,5 2100
JAGUNG 50 3500 8 4 1750
DEDAK PADI 20 2500 12 2,4 500
TOTAL 100 16,9 4350

 

POLA 3 % PENGGUNAAN HARGA (RP) % PROTEIN % PROTEIN CAMPURAN HARGA CAMPURAN
KONSENTRAT 35 7000 35 12,25 2450
JAGUNG 50 3500 8 4 1750
DEDAK PADI 15 2500 12 1,8 375
TOTAL 100 18,05 4575

 

Untuk memaksimalkan kualitas dari campuran yang dibuat ada tida macam feed additive yang saya rekomendasikan, Toxin Binder, Enzym Phytase & Enzym NSP. Pada umumnya pada konsentrat yang digunakan sudah ditambahkan feed additive tersebut, namun menurut saya untuk memaksimalkan hasil produksi & keuntungna hal tersebut dipertimbangkan, berikut pertimbangan saya :

–          Para peternak selfmix umumnya menggunakan jagung lokal yang diperoleh dari daerah sekitar. Permasalahan yang sering timbul dari penggunaan jagung lokal adalah adanya Aflatoxin yang dapat menurunkan produtivitas ternak & menurunkan daya tahan sehingga ternak mudah diserang berbagai penyakit.

–          Enzym Phytase digunakan untuk mengoptimalkan nutrisi dari bahan yang digunakan. Enzym phytase bertujuan untuk membantu memecah ikatan asam phytat, asam phytat memiliki efek negatif karena mampu mengikat ion bervalensi 2+ dan 3+ sehingga ketersediaan beberapa nutrien menjadi berkurang. Phospor adalah salah satu nutrient penting yang harus tersedia cukup bagi ayam petelur untuk menghasilkan cangkang telur yang tebal sehingga telur menjadi tidak mudah pecah ketika di kemas atau di distribusikan. Dedak padi diketahui memiliki phosphor yang tinggi hanya saja phospor yang bisa digunakan itu sedikit jumlahnya karena sebagian phospor yang terkandung dalam dedak padi terikat oleh asam phytat.

–          Sebagian peternak sering menambahkan bungkil kedelai sekitar 5% untuk mengurangi biaya pakan karena penggunaan konsentrat yang tinggi. Bungkil kedelai memiliki kandungan protein kasar sekitar 45%. Penambahan enzym NSP pada bungkil kedelai dapat menigkatkan kecernaan dari bungkil kedelai karena membantu pemecahan karbohidrat bukan pati yang terkandung dalam bungkil kedelai.

 

Intan Nursiam

 

 

6 Comments

  1. fika ahyani

    maaf mengganggu.. saya mau tanya.. kandungan nutrisi bungkil kedelai itu referensinya dari mana ya? solanya mau saya liat referensi nya🙂

    • Dear Mbak Fika,

      untuk bungkil kedelai bisa liat referensinya dari NRC Poultry,

      terimakasih,
      Intan

  2. Club

    maksudnya harga campuran itu perhitungannya darimana ya? thx

    • Dear Club,

      cara menghitungnya sederhana , harga campuran = (% Jagung x harga jagung) + (% dedak x harga dedak) + (% konsentrat x harga konsentrat)

      thanks,
      Intan

  3. Maaf mau tanya, itu protein campuran itu maksudnya protein kasar bukan ya,
    trs kalau untuk ayam petelur umur 10 minggu bisa menggunakan pakan campuran tidak ya, kebetulan saya seorang pemulet ayam petelur, biasanya saya menggunakan pakan konsentrat sampai panen, trimakasih

  4. Gusti

    Cocok

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: