Protein kasar Vs Asam Amino Tercerna : Sebuah Pengantar

Protein merupakan salah satu nutrisi utama yang diperlukan ternak agar bisa tumbuh, berkembang, berproduksi dan berreproduksi secara baik. Kebutuhan protein ternak tergantung dari jenis ternak, umur, jenis kelamin, kondisi fisiologis, status kesehatan dan tingkat aktifitas ternak tersebut. Kekurangan atau kelebihan protein dapat menyebabkan gangguan kesehatan pada ternak seperti pertumbuhan yang terlambat, feses basah, bahkan sampai mengganggu proses reproduksi karena ternak gagal menghasilkan sel telur atau sperma yang baik.

Protein tersusun atas asam amino yang saling berikatan satu sama lain sehingga membuat sebuah rangkaian kompleks. Susunan asam amino dalam sebuah bahan pakan merupakan salah satu indicator kwalitas dari protein tersebut. Asam amino yang dibutuhkan oleh tubuh ternak terdiri dari dua jenis asam amino yaitu asam amino esensial dan asam amino non-esensial. Indicator kwalitas sumber protein adalah kecernaannya terhadap larutan pepsin, semakin tinggi nilai kecernaannya semakin baik karena potensi untuk di manfaatkan oleh tubuh menjadi lebih besar.

Pada awalnya formulasi pakan ternak (unggas) berpatokan pada Protein Kasar. Pola tradisional ini masih bertahan sampai sekarang terutama di kalangan peternakan rakyat. Baik tidaknya sebuah pakan ternak mereka ukur dari tinggi rendahnya protein kasar. Dalam mindset mereka semakin tinggi protein kasar sebuah pakan maka semakin baik. Mindset yang benar adalah semakin seimbang & lengkap asam amino tercerna yang terkandung dalam suatu pakan maka akan semakin baik.

Setelah dilakukan penelitian selama bertahun-tahun, ditemukan fakta bahwa bukan protein kasar yang menentukan baik buruknya performa ternak melainkan tercukupinya kebutuhan asam amino dari ternak tersebut. Protein kasar dalam tubuh akan dicerna menjadi asam amino dan asam amino ini yang digunakan oleh tubuh untuk tumbuh, berkembang, berproduksi & berreproduksi. Penelitian lanjutan menerangkan bahwa total asam amino ternyata masih kurang akurat untuk menentukan seberapa besar asam amino yang dibutuhkan ternak untuk bisa tumbuh, berkembang, berproduksi & berreproduksi dengan baik. Penelitian paling mutakhir menjelaskan bahwa kecernaan asam amino suatu bahan pakan itu yang menentukan performance ternak tersebut. Kecernaan asam amino ini diukur dari banyaknya asam amino yang diserap dibagian usus halus ternak.

Untuk memunculkan potensi genetic dari ternak maka kebutuhan nutrisinya harus terpenuhi dalam hal ini kebutuhan asam amino tercernanya. Seperti disampaikan diawal kebutuhan asam amino masing-masing ternak berbeda. Keseimbangan asupan asam amino dalam sebuah pakan menjadi sangat penting untuk memunculkan potensi genetic dari ternak tersebut. Keseimbangan asam amino tersebut dihitung berdasarkan kebutuhan suatu asam amino tercerna terhadap asam amino lysine.

Kesimpulan dari tulisan ini, konsep protein kasar sudah harus ditinggalkan karena sudah tidak relevan dengan perkembangan ilmu nutrisi ternak terkini, jika anda sebagai seorang peternak tanyakanlah kandungan asam amino tercerna dari pakan yang anda gunakan & jika anda seorang formulator pakan sudah saatnya berpatokan pada pemenuhan kebutuhan asam amino tercerna.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: