Optimalisasi Penggunaan Leguminosa Dalam Usaha Penggemukan Kambing-Domba

Tulisan ini saya dedikasikan untuk sahabat-sahabat saya Mr. Eko Heru Dumadi, Mr. Kirenius Layratu, Mr. M. Natsir…

Usaha penggemukan ternak merupakan salah satu alternatif usaha yang menjanjikan. Pakan merupakan komponen terbesar dalam biaya produksi disuatu usaha peternakan. Ternak ruminansia seperti kambing atau domba memiliki prospek bisnis yang tinggi dengan permintaan daging konsumsi, aqiqah atau untuk qurban.

Pada umumnya pemiliharaan ternak kambing-domba dilakukan dalam skala kecil dengan management yang sederhana. Ternak hanya diberikan rumput selama proses pemiliharaan tanpa penambahan pakan konsentrat. Kualitas dari rumput yang diberikan umumnya berkualitas rendah, sehingga kurang memenuhi kebutuhan ternak. Untuk berproduksi dengan maksimal ternak perlu tercukupi kebutuhan nutrisinya seperti protein dan energinya. Untuk ternak kambing-domba kebutuhan proteinnya berkisar 12-14% dengan kebutuhan TDN (energi) sebesar 70-75%.

Tanaman leguminosa pohon seperti kaliandra, lamtoro, gamal atau indigofera merupakan tanaman hijauan pakan yang memiliki kualitas yang baik karena mengandung protein yang tinggi sekitar 25% dan kandungan TDN sekitar 60%. Kandungan protein yang tinggi bisa dijadikan alternative pakan untuk menggantikan bahan pakan konsentrat asal serealia seperti bungkil kedelai, bungkil kelapa atau bungkil kelapa sawit. Pada umumnya peternakan menjadikan tanaman tersebut sebagai pagar hidup di sekeliling kandang. Penggunaan leguminosa pohon dalam usaha penggemukan ternak dapat menurunkan biaya untuk pakan karena bisa dihasilkan sendiri oleh peternak tersebut.

Berikut gambaran ransum kambing-domba untuk penggemukan dengan menggunakan leguminosa :

  • misalnya kambing-domba yang dipelihara bobotnya 30 Kg, maka kebutuhan pakannya 3% x 30 kg = 9 kg bahan kering
  • Ransum yang akan kita pakai susunannya seperti berikut :
    • Rumput           : 50% (4.5 Kg kering atau 13.5 – 15 Kg rumput segar)
    • Leguminosa   : 25% (2.25 Kg kering atau 7 Kg Legum segar)
    • Konsentrat     : 25% (2.25-2.5 Kg Konsentrat)
      • Susunan ransum diatas disetting Protein = 13% dan TDN = 70%
  • Penggunaan konsentrat disini ditujukan untuk mencukupi kebutuhan karbohidrat yang mudah di fermentasi dan protein by-pass rumen, susunan konsentrat sebagai berikut
    • Onggok                    : 40%
    • Dedak Padi              : 10%
    • Pollard                      : 13%
    • Bungkil inti sawit   : 15%
    • Bungkil kelapa         : 10%
    • Bungkil kedelai*      : 5%
    • Molases                     : 5%
    • Urea                           : 1%
    • Garam                       : 0.5%
    • Kapur                        : o.5%
    • Vitamin-mineral (sesuai dengan dosis dari merk yang dipakai)
      • Note * : jika susah mendapatkan bungkil kedelai bisa menggunakan bungkil kelapa 15%
      • Susunan konsentrat diatas bersifat flexsibel dan bisa diformulasi ulang sesuai bahan baku yang tersedia
      • Konsentrat tersebut disetting dengan kandungan Protein Kasar Min. 13% dan TDN 75%
  • Untuk teknis pemberian pakan, rumput dan legum dilayukan selama semalam sebelum diberikan ke ternak, pemberian pakan dilakukan 2-3 kali sehari, teknik pemberian pakannya bisa dibuat ransum komplit dengan cara mencampur rumput, legum dan konsentrat terlebih dahulu baru diberikan ke ternak. Cara lain yang bisa digunakan adalah dengan pemberian terpisah, biasanya pada pagi hari akan diberikan sebagian rumput dan konsentrat, siang hari diberikan rumput dan legum (+sisa konsentrat jika belum habis), sore hari biasanya diberikan rumput saja.

Dengan pola pemberian pakan seperti diatas bisa mengurangi biaya pakan untuk pembelian konsentrat karena sebagian konsentrat digantikan oleh legum seperti kaliandra, lamtoro, gamal atau indigofera. Penggunaan konsentrat bisa perlahan dikurangi dengan menaikan penggunaan leguminosa. Jika produksi Leguminosa sudah melimpah harapannya seluruh konsentrat bisa digantikan dengan leguminosa (konsep green concentrate/ konsentrat hijau) sehingga susunan pakannya menjadi 60% rumput dan 40% legum atau 70% rumput dan 30% legum (legum berkualitas tinggi). Pendapat penulis pribadi komposisi pakan yang ideal adalah 60% rumput, 30% legum dan 10% konsentrat atau 55% rumput, 30% legum dan 15% konsentrat. Harapan kami dengan semakin tingginya penggunaan leguminosa yang berkualitas akan menekan biaya pakan yang dikeluarkan sehingga dapat menghasilkan daging yang lebih terjangkau oleh masyarakat & keuntungan yang optimal bagi peternak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: