Author Archive: intan nursiam

Sumber Energi untuk Unggas : Pati Vs Minyak

Energi merupakan komponen nutrisi utama yang harus terpenuhi agar produktivitas ternak dapat maksimal. Pada umumnya biji-bijian merupakan sumber energy utama yang digunakan pada ternak unggas. Biji-bijian yang umum digunakan seperti jagung, gandum, shorgum, barley, padi, dsb. Selain biji-bijian, bahan yang sering difungsikan untuk menjadi sumber energy pada ternak yaitu umbi-umbian seperti singkong, ubi jalar, talas, …

Continue reading

Strategi Penyedian Pakan Untuk Sapi Perah

peningkatan pertumbuhan masyarakat kelas menengah di Indonesia mendorong tingginya konsumsi susu. tingginya permintaan susu sayangnya tidak diikuti dengan peningkatan produksi susu nasional sehingga mengharuskan untuk impor susu untuk mencukupi kebutuhan susu nasional. salah satu kendala dalam meningkatkan produksi susu nasional adalah penyediaan pakan dan rendahnya kualitas pakan yang diberikan. pada umumnya para peternak sapi perah …

Continue reading

Optimalisasi Penggunaan Leguminosa Dalam Usaha Penggemukan Kambing-Domba

Tulisan ini saya dedikasikan untuk sahabat-sahabat saya Mr. Eko Heru Dumadi, Mr. Kirenius Layratu, Mr. M. Natsir… Usaha penggemukan ternak merupakan salah satu alternatif usaha yang menjanjikan. Pakan merupakan komponen terbesar dalam biaya produksi disuatu usaha peternakan. Ternak ruminansia seperti kambing atau domba memiliki prospek bisnis yang tinggi dengan permintaan daging konsumsi, aqiqah atau untuk …

Continue reading

Full Fat Soya

Full Fat Soya (FFS) merupakan salah satu bahan pakan yang potensial digunakan untuk menggantikan sebagian Soya Bean Meal (SBM) dalam formulasi pakan unggas. Full Fat Soya memiliki kandungan protein kasar sekitar 34%-36% dengan kandungan lemak kasar 14%-16%. Kandungan energy pada Full Fat Soya berkisar antara 3400-3600 kkal.

Continue reading

Kotoran Basah : Diare atau Wet Dropping ??

Kotoran basah merupakan salah satu permasalahan klasik peternakan ungga di Indonesia. Kondisi iklim yang hangat dan lembab, sistem pemeliharaan yang masih sederhana, tingkat stress lingkungan yang tinggi merupakan beberapa penyebab dari permasalahan ini. Wet dropping adalah penyakit non-infeksius yang disebabkan karena faktor eksternal (lingkungan) dan intrinsic (kelebihan ekskresi air) (Simon 1999). Diare merupakan penyakit infeksius …

Continue reading