KEBUTUHAN HIJAUAN DAN KONSENTRAT BAGI TERNAK PERAH

KEBUTUHAN HIJAUAN DAN KONSENTRAT BAGI TERNAK PERAH
Kebutuhan hijauan pada setiap jenis ternak berbeda-beda. Ternak sapi, kerbau, kambing, dan domba memerlukan jumlah hijauan yang lebih banyak dari pada ternak non ruminansia seperti ; babi, kuda, unggas, dan lainnya. Pada umumnya jumlah hijauan yang diberikan pada ternak tersebut adalah 10 % dari berat hidup, sedangkan makanan penguat misalnya konsentrat hanya diberikan 1 % saja dari berat hidup.
Kebutuhan ternak perah akan zat makanan terdiri atas 2 bagian, Pertama, kebutuhan hidup pokok (maintainance repoirements), yaitu kebutuhan untuk memelihara keutuhan organ dan fungsi tubuh, dalam arti kata kebutuhan untuk mempertahankan bobot hidup. Kedua, kebutuhan produksi (pertumbuhan, produksi air susu, dan sebagainya).
Mengingat kebutuhan hidup pokok dan pertumbuhan erat kaitannya dengan ukuran tubuh, antara lain bobot hidup, maka formulasi ransum ternak perah menuntut pengetahuan tentang bobot hidup itu. Sapi perah betina dapat beranak untuk pertama kalinya pada umur 2,5 tahun.
Setelah melahirkan dapat diperah denagn sela 10 bulan, menjelang kelahiran berikutnya dikering kandangkan selama 2 bulan.
Sapi laktasi muda untuk menghasilkan air susu yang sama banyaknya membutuhkan masukan zat makanan lebih banyak, karena sapi tersebut bobotnya lebih kecil sehingga kebutuhan hidup pokoknya per kilo bobot hidupnya.

1. Kebutuhan akan Bahan Kering (BK)

Dalam memberi makan, kita perlu mempunyai perkiraan berapa jumlah makanan yang layak diberikan kepada ternak. Pemberian makanan yang terlalu sedikit atau terlalu banyak jelas akan merugikan. Jumlah pemberian ransum (hijauan + konsentrat) dapat diperkirakan dari kebutuhan akan bahan kering (BK).

2. Kebutuhan akan energi

Energi merupakan sumber tenaga bagi semua proses hidup dan produksi. Kekurangan energi pada usia muda akan menghambat pertumbuhan dan pencapaian dewasa kelamin. Pada sapi laktasi, kekurangan energi akan menurunkan produksi dan bobot hidup. Defisiensi yang parah dapat mengganggu reproduksi.

3. Kebutuhan akan Protein Kasar (PK)

Dahulu kebutuhan sapi perah akan protein dinyatakan sebagai kebutuhan akan protein dapat dicerna. Namun demikian terbukti bahwa protein dapat dicerna itu erat sekali dengan kandungan Protein Kasar (PK).

4. Kebutuhan akan mineral Ca dan P

Jenis mineral yang dibutuhkan sapi perah banyak sekali. Kemajuan ilmu dan teknologi telah mengungkapkan beberapa mineral yang semula diduga tak berguna ternyata kemudian sangat besar manfaatnya.

5. Kebutuhan akan vitamin

Karena adanya mikroorganisme dalam rumen yang dapat menghasilkan vitamin-vitamin yang dibutuhkan sapi, vitamin yang dibutuhkan hanyalah vitamin A dan D. namun demikian provitamin D yang ada di bawah kulitnya, jika terkena ultraviolet sinar matahari akan diubah menjadi vitamin D. Maka, yang dibutuhkan oleh sapi perah hanya vitamin A saja. Dalam hijauan segar banyak terdapat zat karotinoid, terutama beta-karotin yang merupakan provitamin A yang aktif. Dalam tubuh, beta-karotin tersebut dapat diubah menjadi vitamin A aktif.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: